Tatalaksana Gagal Ginjal Akut pada Leptospirosis

Permasalahan Yang Hendak Dikaji

Pada kasus leptospira bentuk berat (Weil’s Disease), terdapat tanda-tanda patognomonis seperti sklera ikterik, sufisi konjungtival, nyeri muskulus gastroknemius. Keterlibatan organ lain seperti hati, jantung, dan ginjal dapat berakibat fatal jika tidak mendapatkan penanganan dengan baik. Bagaimana penatalaksanaan pada kasus yang dicurigai adanya kondisi gagal ginjal akut?

Pengkajian Permasalahan

Pada infeksi leptospira, terdapat tiga buah mekanisme terjadinya gagal ginjal akut:

1. Pertama dapat terjadi karena invasi/nefrotoksik langsung oleh leptospira. Invasi ini menyebabkan kerusakan tubulus dan glomerulus sebagai efek langsung dari migrasi leptospira yang menyebar hematogen menuju kapiler peritubuler munuju jaringan intersitium, tubulus dan lumen tubulus. Kerusakan ini jaringan sendiri belum jelas apakah hanya efek migrasi atau juga terdapat kaitan dengan efek endotoksin leptospira.

2. Reaksi imunologis yang berlangsung cepat, adanya kompleks imun (terjadi pada fese imun infeksi leptospira) dalam sirkulasi dan endapan komplemen serta adanya electron dence bodies pada glomerulus membuktikan adanya proses immune-complex glomerulonephritis, dan terjadi tubulo intersitial nefritis.

3. Reaksi non spesifik terhadap infeksi (seperti infeksi yang lain) menyebabkan iskemia ginjal.

Iskemia ginjal, glomerulonefristis, TIN dan invasi kuman menyebabkan terjadinya nekrosis yang menghasilkan kondisi gagal ginjal akut sehingga terjadi pelepasan mediator inflamasi (TNF-α, IL-I, PAF, PDGF-β, TXA2, LTC4, TGF-β) dan terekspresinya leucosyite adhesion molecules yang akan meregulasi fungsi leukosit sebagai respon adanya renal injury.

Bentuk gagal ginjal akut pada kasus leptospira berupa manifestasi oligouria, termasuk adalah produksi urin kurang dari 600 cc/4 jam dan pasien telah dalam keadaan hidrasi baik, dan tanpa manifestasi oliguria (produksi urin lebih dari 600 cc/4 jam). Beberapa hal/tanda yang mengarah pada prognosis yang kurang baik adalah: (1) Adanya oligouria/anuria yang berlangsung lama; (2) BUN selalu meningkat lebih dari 60 mg% per 24 jam; dan (3) rasio ureum urin/darah tidak meningkat.

Dalam pemeriksaan histopatologi dengan mikroskop elektron tipe oligouria nampak adanya gambaran obstruksi dan nekrosis tubulus, endapan komplomen pada membrana basalis serta infiltrasi sel radang pada jaringan intersisial. Pada tipe non oligouria nampak edema pada tubulus dan jaringan intersisial tanpa adanya nekrosis. Duktus kolektifus pars medularis resisten terhadap vasopresin, sehingga tidak mampu memekatkan urin dan terjadi poliuria.

Tatalaksana dalam kasus gagal ginjal akut dapat berupa terapi suportif, diantaranya:

1. Hidrasi cairan yang mengandung elektrolit sampai tercapai hidrasi yang baik, pengawasan elektrolit dan kesetimbangan cairan per 24 jam;

2. Administrasi deuritika (jika bisa yang bersifat hemat kalium karena kemungkinan adanya peningkatan hormon kortisol dan aldosteron yang meningkatkan ekskresi kalium), untuk mengubah tipe oligouria menjadi poliuria (memperbaiki prognosis);

3. Administrasi agen dopaminergik untuk memperbaiki perfusi ginjal;

4. Peptida natriuretik atrial;

5. Untuk preservasi integritas sel: calcium channel blocker

6. Stimulasi generasi sel (asam amino termasuk glisin dan growth factor)

Pemberian nutrisi yang adekuat juga akan membantu dengan mempertimbangkan: meminimalkan kesetimbangan nitrogen negatif, asupan kalori yang mencukupi, mencegah volume overload. Pemberian antibiotika dengan tujuan eradikasi leptospira disesuaikan dengan ketersediaan preparat dan sebagai standar adalah penicilin G. Juga dapat diberikan preparat antipriteik seperti parasetamol untuk gejala demam yang timbul. Adapun indikasi untuk melakukan dialisis pada kasus leptspira dengan gagal ginjal akut adalah:

1. Hiperkatabolik, produksi ureum > 60 mg/24 jam

2. Hiperkalemia, serum kalium > 6 meq/L

3. Asidosis metabolik, HCO3 < 12 meq/L

4. Perdarahan

5. Kadar ureum yang sangat tinggi disertai gejala klinik.

Simpulan

Pada kasus infeksi leptospira seorang penderita dapat mengalami gagal ginjal akut yang disebabkan baik oleh migrasi langsung leptospira, kompleks imun, maupun infeksi. Terdapat tipe gagal ginjal akut dengan oligoria maupun non-oligouria, prognosis yang buruk jika penderita mengalami oligouria atau anuria. Tatalaksana yang diberikan meliputi terapi suportif seperti hidrasi, regimen diuretik dan dopaminergik, terapi antibiotik untuk leptospira, manajemen nutrisi yang baik. Dalam beberapa kasus dengan kreteria tertentu diperlukan tindakan dialiasis (hemodialisa temporer).
Daftar Pustaka

Zein, Umar. 2006. Leptospirosis – Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. H.1845-48.

Lestariningsih. 2002. Gagal Ginjal Akut Pada Leptospirosis – Kumpulan Makalah Simposium Leptospirosis. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang.

Teaňo, Ruel O.; Dimaano, Efren M.; Santiago, Edna. 2000. Leptospirosis with Acute Renal Failure: The Role of Conservative Management. Phisycian Journal of Microbiology Infection Diseases 2001; 30(2): 51-55. Aviable at URL: Here

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s