12 Jalan Menurunkan Risiko Kanker

Setiap orang memiliki risiko terkena kanker, yang dapat dilakukan setiap orang bukanlah menghindari kanker, tapi mengurangi risiko sehingga diharapkan terhindar dari kanker. Perumpamaan bodohnya seperti bahwa setiap orang memiliki risiko terpeleset saat berjalan, maka apa yang bisa kita lakukan agar terhindar dari terpeleset? Ya tentunya kita akan mengurangi risiko yang menyebabkan kita terpeleset, misalnya menghindari lantai yang licin. Kanker juga demikian, ada yang bisa kita kelola, dan ada yang tidak bisa kita kelola.

Hari ini saya menerima “European Code Against Cancer” edisi ke-4, yang merupakan sebuah inisiatif Komisi Eropa untuk memberitahukan masyarakat mengenai tindakan-tindakan yang dapat mereka ambil guna mengurangi risiko kanker pada diri mereka sendiri maupun pada keluarga. Edisi keempat kali ini berisi dua belas rekomendasi yang bisa diikuti oleh kebanyakan orang tanpa perlu keahlian khusus. Apa saja mereka? Mari kita simak satu persatu.

Do not smoke. Do not use any form of tobacco.

Pertama, tentu saja jangan merokok, dan jangan menggunakan produk tembakau dalam bentuk apapun. Semua orang tahu bahwa tembakau adalah jawara penyebab kesakitan dan kematian yang sebenarnya dapat dicegah. Tembakau adalah penyebab kanker yang utama. Dan merokok adalah bentuk paling merusak dari penggunaan tembakau. Apakah Anda tahu bahwa merokok membunuh separuh dari pengguna setianya yang menggunakan selama bertahun-tahun?

Setiap tahun, tembakau menyebabkan 6 juta kematian, dan lebih dari setengah triliun dolar kerugian ekonomi di seluruh dunia. Tembakau diperkirakan akan membunuh setidaknya 1 miliar orang pada abad ini jika FTCT WHO tidak diterapkan segera.

Tembakau dan Kesehatan
Gambaran umum masalah-masalah kesehatan yang disebabkan oleh tembakau. Sumber: cancer-code-europe.iarc.fr

Saya sendiri tidak tahu di Indonesia, kita masih menjadi surga tembakau dan rokok. Segala sesuatunya menjadi ancaman bagi masa depan negara ini. Di saat kita sedang mengusahakan sistem kesehatan dengan asuransi semesta, maka akan ada banyak kondisi yang bisa jadi tidak ditanggung oleh asuransi.

Make your home smoke-free.
Support smoke-free policies in your workplace.

Lalu, setelah tidak merokok, maka kita juga perlu membuat setidaknya rumah dan lingkungan kerja kita juga bebas dari asap rokok. Menyehatkan diri sendiri hanyalah langkah awal, jika lingkungan tidak terbebas dari produk tembakau, maka sia-sia saja.

Buatlah kesepakatan di dalam rumah tangga, dan menjadi rumah kita bebas asap rokok. Perjuangkan aturan kantor dan tempat kerja, jika belum ada, merokok dilarang dilakukan di lingkungan kerja.

Take action to be a healthy body weight.

Kita mengetahui bahwa mereka yang memiliki berat tubuh ideal memiliki risiko lebih kecil terkena kanker. Sekitar 18% dapat menurunkan risiko kanker jika disertai dengan pola hidup yang sehat juga. Perhatikan agar BMI atau indeks masa tubuh berada di kisaran 18,5 hingga 24,9 kg/m2.

Hindari juga makanan yang menyebabkan peningkatan berat badan, seperti minuman bergula dan makanan cepat saji. Setidaknya aktif setiap hari, mungkin sekitar 30 menit mencari keringat. Lalu menyusui bagi perempuan. Makan lebih banyak menu vegetarian, membatasi konsumsi daging merah, menghindari daging yang sudah diproses, dan batasi konsumsi alkohol.

Be physically active in everyday life. Limit the time you spend sitting.

Cobalah aktif untuk beraktivitas setiap harinya, kurangi duduk. Jangan terlalu banyak duduk, Anda harus berusaha sedikit bergerak dan mengeluarkan keringat. Mereka yang kebanyakan berada di belakang layar, di belakang meja, dan di balik selimut bukanlah tipe orang yang gemar mengurangi risiko kanker dalam hidup mereka. Lakukan kegiatan seperti aerobak, senam pernapasan, yoga, tai chi, apapun yang Anda suka.

Have a healthy diet:
• Eat plenty of whole grains, pulses, vegetables and fruits.
• Limit high-calorie foods (foods high in sugar or fat) and avoid sugary drinks.
• Avoid processed meat; limit red meat and foods high in salt.

Sudahkah Anda memilih menu yang sehat, seperti yang disebut di atas? Ganti nasi beras biasa Anda dengan whole grains, artinya jika bisa beras yang ditumbuk dan kaya bekatul, atau sejenis itu. Makanlah lebih banyak sayuran dan buah-buahan, jika perlu menjadi seorang vegetarian.

Batasi asupan makanan dan minuman tinggi kalori, menumpuk gula dalam tubuh bukanlah ide yang baik guna mengurangi risiko kanker. Jika Anda makan makanan yang tinggi kalori, atau memiliki kadar glisemik yang tinggi, jangan lupa barengi dengan konsumsi serat tinggi yang banyak.

Masih suka makan daging merah? Batasi saja atau dihentikan. Atau makan daging yang diproses, seperti sosis, daging kaleng dan sebagainya? Atau malah makanan kaya garam seperti tulisan saya sebelumnya? Maka kemungkinan risiko kanker Anda tidak akan menurun.

If you drink alcohol of any type, limit your intake.
Not drinking alcohol is better for cancer prevention.

Jika Anda masih minum alkohol, maka batasilah. Gunakan alkohol hanya untuk minum bagi acara-acara sosial yang tidak bisa dihindari, dan tetap minum dalam jumlah terbatas. Tapi jika Anda bisa, maka tidak meminum minuman beralkohol jauh lebih baik untuk pencegahan kanker.

Avoid too much sun, especially for children. Use sun protection. Do not use sunbeds.

Radiasi matahari memang merupakan sumber kehidupan terbesar di planet kita, fotosintesis tanaman berasal dari radiasi matahari. Tapi radiasi berlebihan tidaklah baik.

Kulit mungkin memerlukannya untuk sistensis vitamin B, tapi paparan sinar matahari terlalu lama dapat memicu munculnya kanker kulit.

In the workplace, protect yourself against cancer-causing substances by following health and safety instructions.

Ketika Anda banyak bekerja dengan produk dan bahan kimia, perhatikan dengan seksama label yang dibawa masing-masing produk. Bagaimana instruksi keamanannya bagi kesehatan dijelaskan di sana. Sejumlah bahan kimia bisa jadi memicu kanker, Anda tetap harus waspada.

Jika Anda memerlukan, ikuti selalu prosedur keamanan di tempat Anda bekerja. Gunakan perlindungan diri ketika diwajibkan demikian. Jangan mencoba memaparkan diri pada agen-agen yang memicu kanker tanpa menggunakan perlindungan diri sama sekali.

Find out if you are exposed to radiation from naturally high radon levels in your home. Take action to reduce high radon levels.

Sejumlah wilayah Eropa memiliki tanah yang kaya akan bahan radioaktif. Radon adalah gas radiokatif alami yang terbentuk di lempeng bumi. Jika Anda punya kenalan dari ahli geologi, mereka pasti bisa menjelaskannya dengan baik. Saya tidak tahu apakah di Indonesia memiliki wilayah yang menghasilkan radon. Oleh karena gas ini tidak berbau dan berwarna, manusia tidak bisa mendeteksinya dengan panca indera, namun bisa dilacak karena memiliki sifat radioaktif.

Radon dikenal memicu kanker paru-paru jika masuk ke saluran napas di rumah-rumah yang terkontaminasi atau gas radon tertampung di sana.

Breastfeeding reduces the mother’s cancer risk. If you can, breastfeed your baby.

Menyusui juga ternyata menurunkan risiko kanker. Oleh karena itu, sejak zaman kuliah, saya selalu diingatkan untuk mengintakan ibu-ibu yang baru melahirkan guna menyusui anaknya dengan ASI. Ibu yang memberikan susu formula pada si anak, atau memilih tidak menyusui anak, akan kehilangan peluang menurunkan risiko kanker ini.

Hormone replacement therapy (HRT) increases the risk of certain cancers. Limit use HRT.

Ada terapi pengganti hormon yang biasanya ditujukan atau dipilih oleh wanita yang menopause, guna mengurangi gejala tidak nyaman dari proses alamiah ini. Jika Anda menggunakan terapi pengganti hormon, maka disarankan untuk dibatasi.

Ensure your children take part in vaccination programmes for:
• Hepatitis B (for newborns)
• Human papillomavirus (HPV) (for girls).

Mungkin banyak yang belum tahu, namun infeksi tertentu bisa menyebabkan meningkatkan risiko kanker pada usia mendatang. Oleh karena itu, program vaksinasi guna mencegah infeksi ini tentu saja akan dapat menurunkan risiko terkena kanker tersebut. Misalnya vaksinasi untuk hepatitis B akan mencegah si anak terkena hepatitis B, yang pada masa dewasa nanti mencegah terkena kanker hati yang dipicu oleh infeksi hepatitis di masa lalu. Tapi tentu saja ini tidak bermakna bahwa si anak tidak bisa terkena kanker hati oleh faktor lainnya, namun setidaknya kita menutup salah satu pintu peluangnya.

Take part in organized cancer screening programmes for:
• Bowel cancer (men and women)
• Breast cancer (women)
• Cervical cancer (women).

Bagi kanker yang sudah terlanjur muncul, kita tidak bisa mencegahnya. Tapi seandainya kita bisa mengetahui secara dini bahwa kanker muncul, mungkin kita bisa melakukan tindakan yang bermakna bagi kesehatan secara keseluruhan sebelum terlambat. Maka dari itu, program penapisan atau screening awal sangat disarankan. Misalnya untuk screening untuk kanker leher rahim pada wanita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s