Trigger Finger

Pernahkah Anda mengalami ketika jari Anda nyeri pada buku-bukunya, atau kemudian menjadi susah ditekuk ke arah dalam (genggaman), seolah-olah pergerakannya terkunci pada sudut tertentu. Dan jika dipaksakan ditekuk secara pasif akan menghasilkan nyeri yang cukup kuat. Banyak orang tidak akan merasa nyaman dengan kondisi ini, namun jarang memeriksakan diri hingga kondisi sudah berkembang cukup parah.

Trigger Fingger
Contoh pembengkakan tendo yang menyebabkan munculnya kondisi Trigger Finger. Sumber: miamihandcenter.com.

Jari-jari tangan kita digerakkan oleh otot, dan otot melekat ke tulang melalui tendon. Tendon sendiri bisa berada di posisinya karena dijaga oleh selubung tendon yang membentuk terowongan. Ketika otot berkontraksi, tendon tergerak di antara terowongan ini dan menggerakkan tulang, sehingga jari-jari kita tampak bergerak.

Namun jika tendon membengkak di salah satu terowongan selubungnya, apa yang terjadi? Tentu saja tendon tidak bisa masuk dan keluar secara leluasa. Hal yang sama juga terjadi jika terowongan tendon menyempit.

Anullar Pulley
Contoh mekanisme trigger finger pada jari tangan. Diperlihatkan bahwa ada tendo felksor yang membengkak di dekat annular pulley yang pertama. Sumber: indianahandtoshoulder.com.

Anda mungkin akan merasakan sensasi “plup” atau bunyi “klik” ketika tendon yang membengkak melewati selubungnya dan pengunci selubung (annular pulley) yang relatif sempit. Dan tentunya saja juga sensasi nyeri dari tendon yang meradang.

Biasanya kasus ini mengenai lebih banyak perempuan daripada laki-laki, usia berkisar antara 40 – 60 tahun, biasanya terjadi pasca aktivitas yang banyak menggunakan gerakan tangan. Saya pun biasanya menemukan kasus trigger finger pada ibu-ibu paruh baya, dan keluhannya muncul setelah bekerja banyak dengan tangan, misalnya bekerja mengolah adonan kue (jajanan) dengan tangan.

Mereka yang memiliki kondisi tertentu seperti diabetes dan artritis rematik bisa jadi lebih berisiko juga terserang trigger finger.

Keluhan trigger finger umumnya muncul tanpa diawali oleh riwayat cedera (meskipun mungkin ada riwayat penggunaan tangan dengan berlebihan). Gejala-gejala yang dirasakan bisa termasuk:

  • Benjolan nyeri di tangan, segaris dengan jari yang bermasalah.
  • Pembengkakan.
  • Sensasi “plup” atau “klak-klik” pada sendi jari.
  • Nyeri ketika menekukkan jari ke dalam dan/atau ketika meluruskan jari.

Kekakuan dapat memburuk ketika lama tidak ada aktivitas pada sendi yang bermasalah. Misalnya ketika bangun pagi, sendi bisa terasa lebih kaku dan nyeri, namun seiring dengan aktivitas, maka akan terasa membaik. Kadang, ketika tendon terbebas dari jeratan annular pulley, jari bisa terasa seperti mengalami dislokasi atau terkilir. Pada kasus yang berat, jari mungkin tidak bisa diluruskan, walau dengan bantuan.

Dokter biasanya cukup mendengarkan cerita Anda dan memeriksa tangan Anda untuk menegakkan diagnosis trigger finger. Tidak perlu sampai dirontgen untuk kebanyakan kasus.

Untuk terapi pilihan yang tidak melibatkan pembedahan, ada sejumlah pilihan:

  1. Istirahat. Pada kasus yang ringan sekali, istirahat kadang cukup menyelesaikan semua masalah. Dokter bisa jadi menyarankan Anda untuk membebat tangan/jari pada posisi netral/istirahat.
  2. Obat-obat warung dari golongan antiperadangan non-steroid atau acetaminophen bisa membantu mengurangi nyeri.
  3. Suntik kortikosteroid pada selubung tendon adalah pilihan yang cukup bagus. Obat antiperadangan ini cukup kuat sebagai terapi trigger finger. Namun kadang perbaikan yang terjadi hanya sementara, dan suntikan lain diperlukan. Jika dua kali suntikan tidak memberikan perbaikan bermakna, maka operasi diperlukan. Suntikan juga tidak disarankan bagi mereka yang sudah memiliki trigger finger sejak lama, dan mereka yang memiliki kondisi tertentu seperti diabetes.

Jika semua terapi non bedah gagal, maka dokter akan menyarankan tindakan bedah. Namun karena trigger finger bukanlah kondisi yang berbahaya, maka bedah akan menjadi pilihan yang bersifat pribadi bagi pasien, Anda bisa memilih dilakukan pembedahan jika Anda merasa memerlukannya.

Pertimbangan seperti tingkat nyeri, gangguan pada aktivitas, atau kemungkinan menjadi kaku secara permanen sebaiknya menjadi pertimbangan Anda secara seksama sebelum memilih melakukan pembedahan.

Prosedur bedah yang dilakukan cukup melalui rawat jalan, Anda tidak perlu menjalani rawat inap (opname) di rumah sakit untuk dilakukan pembedahan kecil ini. Pada prinsipnya dokter akan membebaskan jerat tendon dengan melakukan sayatan pada selubung tendon dekat annular pulley, sehingga kita sayatan ini sembuh, selubuh tendon menjadi cukup longgar dilewati oleh tendon itu sendiri. Anda tentu akan dibius lokal terlebih dahulu sehingga tangan dan jari menjadi mati rasa saat dilakukan pembedahan kecil ini.

Inflistrasi Selubung Tendon
Melepas jeratan tendon dengan menggunakan jarum. Sumber: fprmed.com.

Pada sejumlah kasus, pembedahan mungkin hanya memerlukan jarum suntik ukuran tertentu saja. Beberapa mungkin memerlukan pembedahan dengan membuka, seperti contoh video di bawah. Jangan khawatir tentang nyeri, nyeri mungkin dirasakan sedikit saat injeksi obat anastesi (bius) atau setelah efek bius habis pasca operasi.

Operasi tentu saja memiliki beberapa komplikasi yang tidak diinginkan, mungkin hasilnya tidak sesuai yang diharapkan, atau muncul infeksi. Tentunya dokter akan bekerja sebaiknya mungkin mencegah komplikasi tersebut terjadi.

Kebanyakan orang bisa langsung menggerakkan jarinya setelah operasi, walau tentu saja rasa sakit pada telapak tangan adalah umum pasca operasi. Jika Anda cukup sering mengangkat/meninggikan tangan hingga di atas posisi jantung, maka rasa nyeri dan bengkak pasca operasi bisa dikurangi. Pemulihan bisa selesai dalam beberapa minggu, namun untuk menghilangkan kekakuan bisa jadi memakan waktu hingga enam bulan. Jika jari Anda memang sudah lama kaku sebelum operasi, maka fisioterapi sangat disarankan untuk membantu melemaskannya.

Olahraga jari.
Beberapa contoh gerakan sederhana untuk melatih dan melemaskan kondisi kekakuan jari pada trigger finger. Sumber: triggerfingerexercise.net.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s