Luka Lecet

Luka lecet adalah luka yang terjadi di permukaan kulit saja, tanpa mengakibatkan robekan ke lapisan kulit yang lebih dalam. Luka lecet disebut juga luka permukaan (superfisial), atau vulnus laserasi/laseratum di dunia medis. Biasanya terjadi karena permukaan kulit mengalami gesekan dengan permukaan yang kasar, seperti luka pada telapak tangan atau lutut yang tergesak pada permukaan aspal saat jatuh berkendara.

Jika tidak ada luka jenis lainnya, perdarahan yang terus menerus/banyak, kecurigaan patah tulang atau pergeseran sendi saat terjadi trauma, maka luka lecet bisa ditangani secara mandiri. Ini adalah pertolongan pertama pada kecelakaan yang selayaknya dikuasai oleh banyak orang.

Luka Lecet
Contoh luka lecet. Sumber: togoparts.com.

Pertama-tama, amankan posisi kita, jika sedang berada di jalanan yang ramai, segeralah ke pinggir terlebih dahulu. Luka ringan dan kesadaran baik seharusnya tidak menghalangi penderita bergerak ke pinggir dari jalan.

Kemudian bersihkan luka dengan air bersih, termasuk air bersih adalah air keran, air yang sudah direbus, air dalam botol air mineral (bukan isi ulang). Jika tersedia kotak P3K, gunakan larutan garam fisiologis, namun jangan gunakan alkohol. Bersihkan semua debu, tanah, dan pasir yang ada pada luka. Pastikan tidak ada partikel materi lain menempel pada luka. Jika bisa membersihkannya dengan air mengalir, itu akan sangat baik.

Partikel asing dapat mengganggu proses kesembuhan luka, tidak masalah jika Anda agak lama melakukan proses pembersihan luka dengan air mengalir. Jangan terburu-buru, pastikan luka bersih dengan baik.

Jika luka masih terus berdarah, beberapa luka robek di permukaan kulit yang kaya pembuluh darah biasanya akan mengeluarkan perdarahan yang terus menerus. Tekan sumber perdarahan dengan menggunakan handuk bersih yang agak tebal selama beberapa saat, hingga perdarahan berhenti dengan sendirinya. Tekanan tidak perlu terlalu kuat, namun cukup untuk menahan laju perdarahan dan memberikan kesempatan bagi darah untuk menjendal dan menghentikan perdarahannya sendiri. Jika Anda tidak yakin, bawa segera ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Setelah luka bersih, berikan cairan/larutan antiseptik (povidine iodine dan sejenisnya) atau jika Anda berada di fasilitas pelayanan kesehatan, salep antibiotik mungkin diberikan sebagai gantinya. Luka tidak perlu ditutup, kecuali Anda berencana “berpetualang” kembali ke daerah berdebu atau berlumpur, di mana luka rawan terkena kotoran tersebut. Saran saya, sebaiknya selama proses pemulihan, hindari luka kontak dengan kotoran, dan jika bisa dengan air (kecuali saat membersihkan luka secara berkala) juga.

Luka dibersihkan secara berkala dengan air atau larutan garam fisiologis, pastikan luka kering setelah dibersihkan. Untuk mengeringkan luka, disarankan handuk lembut yang bersih atau kasa steril, hindari membersihkan luka dengan kapas, karena kapas dapat menempel pada luka dan menjadi benda asing yang memperlambat penyembuhan luka, bahkan menjadi sarang bakteri.  Setelah luka dibersihkan, oleskan kembali cairan antiseptik atau salep antibiotik yang diresepkan dokter. Biasanya saya menyarankan antibiotik topikal (oles) saja untuk permukaan kulit, kecuali disertai kondisi lain baru saya akan pertimbangkan antibiotik per oral (yang diminum), tetapi hindari menggunakan dua jenis antibiotik ini secara bersamaan.

Tidak ada pantangan makanan selama proses penyembuhan luka, kecuali Anda memang sedang dalam pengawasan untuk diet tertentu terkait dengan kondisi kesehatan lainnya. Jika Anda tidak memiliki kondisi kesehatan lainnya seperti diabetes, Anda bisa berharap luka dapat sembuh dengan segera. Namun jika Anda memiliki kondisi kesehatan yang menyebabkan luka mungkin lama pulih, Anda mungkin berminat menggunakan modern dressing pada luka tersebut.

Oleh karena luka lecet umumnya terasa sangat perih dan nyeri, maka obat antinyeri adalah pilihan. Jika merasa tidak tahan dengan nyerinya, silakan menggunakan obat-obat nyeri ringan seperti acetaminophen (paracetamol) atau anti-nyeri golongan non-steroid (ibuprofen, asam mefenamat).

Jika Anda sudah cukup percaya diri untuk menangani luka lecet secara mandiri, maka tidak akan ada masalah sama sekali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s