Komunikasi Berpusat pada Pasien

Dulu memang dokter selalu berkomunikasi menggunakan sudut pandang dirinya dan keilmuannya, dan pasien cukup menerima saja dan mengikuti apa yang dikatakan oleh dokter. Walau praktik seperti ini masih bisa ditemukan hingga hari ini, namun dunia kedokteran modern sudah tidak mengikuti apalagi merekomendasikannya. Karena hubungan dokter dan pasien telah menjadi mitra yang sejajar.

Pola pikir seorang dokter pada umumnya terstruktur dan sistematis dengan perbendaharaan kata yang kadang jika didengar oleh orang nirmedis akan menjadi bahasa dari negeri antah berantah. Di sini jika komunikasi tidak berjalan baik, maka kesalahpahaman dapat terjadi. Jika hal ini muncul, maka tuntutan hukum terhadap dokter dan institusi kesehatan bukanlah hal yang tidak mungkin; namun jauh lebih bermakna dari itu, komunikasi yang tidak baik bisa menghambat proses pencapaian tata laksana medis yang dilakukan atau direncanakan.

Komunikasi Dokter dan Pasien
Ilsutrasi bahasa seorang dokter yang mungkin membingungkan bagi pasien. Sumber gambar: consumerreports.org

Oleh karena itu sebuah institusi atau fasilitas layanan kesehatan seperti rumah sakit atau klinik selayaknya memiliki pedoman/panduan bagi dokter atau mereka yang diberi delegasi untuk berkomunikasi dengan pasien, tentang bagaimana berkomunikasi baik dan efektif dengan mengetengahkan pasien itu sendiri.

Dokter selayaknya tahu, halangan apa saja yang mungkin muncul saat komunikasi (seperti bahasa, budaya, usia, pendidikan, dan latar belakang lainnya); serta bagaimana cara mengatasinya. Pelatihan terhadap bagaimana menyampaikan berita/kabar buruk kepada pasien juga tidak boleh dikesampingkan.

Berikut adalah contoh panduan singkat komunikasi yang berpusat pada pasien (patient-centered communication):

Komunikasi Berpusat Pada Pasien

https://www.scribd.com/embeds/259675669/content?start_page=1&view_mode=scroll&show_recommendations=true

Dengan adanya panduan bagi komunikasi yang mengenengahkan pasien, diharapkan sebuah paradigma baru di mana dokter dan pasien sejajar dapat terwujud. Dengan adanya komunikasi yang baik, maka tujuan kerja sama antara dokter dan pasien pun menuju kesehatan yang lebih baik bisa ditingkatkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s