Pelayanan Kesehatan yang Adil

Pernahkah kamu mendengar cerita tentang dokter atau mantri yang memberikan obat sama ke semua pasien? Begitu pasien datang, langsung disuntik, pokoknya obat cuma tiga macam, atau semua pasien dapat obat sejenis, bahkan ada kisah yang pernah saya dengar, pasien baru masuk, resep ternyata sudah selesai ditulis.

Entah hal seperti itu ada, atau tidak, tapi setidaknya saya pernah dalam kondisi yang memaksa hal serupa nyaris terjadi. Berada di pinggiran, dengan fasilitas seadanya, dan cadangan obat yang tidak pernah mencukupi. Pemeriksaan di bawah standar, dan terapi jauh dari dosis terapeutik. Tapi nyatanya, masyarakat tidak banyak yang mengeluh, mereka cukup senang dengan disediakan fasilitas kesehatan yang murah meriah.

Ilustrasi itu memberikan kita dua gambaran, bahwa praktik kesehatan bisa jadi menghantam sama rata semua jenis orang dengan tidak memandang kondisinya dengan terapi yang sama. Atau sama rata pada semua orang karena fasilitas dan sumber daya memang tidak memadai.

Tentu saja kita tidak menginginkan manapun dari kondisi tersebut bukan? Anda mau kalau lagi diare diobati sama seperti mereka yang batuk atau panu? Anda mau diobati hanya 2 hari, sementara Anda memerlukan pengobatan berkala sepanjang bulan?

Dalam kondisi serba kekurangan (termasuk kurang tahu), apapun bisa terjadi dalam pelayanan kesehatan. Jangan samakan dengan pelayanan kesehatan yang mewah, yang untuk konsultasi saja, Anda akan dijemput dengan pesawat jet pribadi. Kita bicara dengan pelayanan kesehatan yang jamak di negeri ini, yang banyak orang berharap mereka mendapatkan kualitas pelayanan yang sama dan adil; tidak mendahulukan si kaya dan meninggalkan si miskin berada di belakang.

Adil dalam pelayanan kesehatan adalah setidaknya mampu memenuhi prioritas penyelesaian masalah-masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Tidak membedakan si kaya dan si miskin, namun memberikan prioritas kepada siapa/apa yang memerlukan perhatian kesehatan segera, dan bagaimana mengatasinya tanpa memunculkan masalah kesehatan yang baru. Serta tersedianya akses kesehatan yang berkelanjutan bagi setiap orang.

Setidaknya hal itu yang terlintas dalam benak saya. Ketika tidak membedakan siapa yang memerlukan pelayanan kesehatan, maka seorang petugas kesehatan tidak akan memiliki kecenderungan tertentu yang bisa memengaruhi profesionalismenya. Dengan menghindari menciptakan masalah baru, maka petugas kesehatan bisa memberikan pelayanan yang efektif dan efisien. Serta ketika mampu mengarahkan mereka yang memerlukan ke pelayanan kesehatan yang lebih baik jika memiliki akses yang berkelanjutan.

Dokter atau praktisi kesehatan lain mungkin memiliki konsep yang berbeda dengan saya, namun prinsip tidaklah berbeda jauh. Kesehatan yang adil tidak diukur dengan uang, namun tentunya dukungan finansial sangat membantu mewujudkan sistem dan infrastruktur kesehatan bagi kita semua. Kesehatan yang adil bukanlah kesehatan yang gratis bagi semua, namun bahkan yang tidak mampu secara finansial juga bisa mendapatkan akses layanan kesehatan sesuai dengan kebutuhannya. Dan bagian terakhir itu masih merupakan sesuatu yang “mahal” di negara ini.

Namun pertanyaannya, tanpa memandang siapa pun kamu, maka dapatkah kamu membantu mewujudkan kesehatan yang adil? Setidaknya mulai dari diri sendiri dan keluarga.

Iklan

Satu tanggapan untuk “Pelayanan Kesehatan yang Adil”

  1. artikelnya sangat bagus sekali..
    saya pun sependapat dengan yg dijelaskan diatas..
    semoga tempat kesehatan makin banyak dan pelayanan nya makin bagus..
    aamiin

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s