Atasi Memar Kulit secara Mandiri

Saya cukup sering menemukan pasien dengan memar atau lebam, dan Anda mungkin juga pernah mengalaminya. Mulai karena trauma tumpul akibat terjatuh, terbentur, atau dipukul; hingga pada bekas suntikan yang berubah menjadi lebam. Biasanya lebam atau memar ini terbentuk ketika trauma terhadap permukaan kulit menyebabkan robeknya pembuluh darah yang berada tepat di bawahnya, sehingga sejumlah kecil darah bocor dan mengisi jaringan di bawah permukaan kulit tersebut. Darah yang terperangkap ini mungkin pada awalnya tampak sebagai bercak hitam kebiruan dan kemudian berubah warna sepanjang proses penyembuhannya.

Memar sering kali terasa nyeri dan bisa jadi juga bengkak. Walau memar sebagian besar umum tampak di kulit, namun juga kita mengenal memar pada otot dan tulang. Kondisi memar tulang biasanya merupakan kondisi yang serius. Memar atau lebam pada kulit bisa baru pudar bercaknya dalam waktu bulanan, tapi sebagian besar sudah bisa hilang dalam dua minggu.

Jika tidak ada luka terbuka pada kulit, maka Anda tidak perlu membalut kulit yang lebam. Dan Anda bisa melakukan tindakan berikut untuk mempercepat penyembuhan memar:

  • Tinggikan posisi area cedera
  • Kompres dengan handuk yang dibasahi air es atau air dingin. Lakukan ini selama sekitar 10 menit. Ulangi beberapa kali dalam sehari selama satu atau dua hari pasca cedera selama diperlukan.
  • Istirahatkan bagian tubuh yang cedera, jika dimungkinkan.
  • Jika nyeri, pertimbangkan menggunakan obat-obat seperti acetaminophen/paracetamol atau ibuprofen untuk mengatasi nyeri dan mengurangi pembengkakan.

Segera berkonsultasi dengan dokter keluarga Anda jika:

  • Ada bengkak dengan nyeri hebat di sekitar area yang memar.
  • Anda masih merasa nyeri setelah 3 hari dari cedera yang tampaknya kecil.
  • Sering mengalami memar yang lebar dan nyeri, khususnya jika muncul di badan, punggung, atau wajah, atau tampaknya muncul tanpa alasan yang diketahui.
  • Memiliki riwayat mudah memar dan riwayat perdarahan yang banyak, misalnya pada saat menjalani prosedur bedah.
  • Tampak kantung darah (hematoma) terbentuk pada area memar.
  • Mengalami perdarahan yang tidak wajar di tempat lain, misalnya hidung (mimisan/epitaksis), gusi, atau di urin (hematuria) dan tinja (melena/hematozesia)

Tanda dan gejala tersebut bisa mengindikasikan masalah-masalah yang lebih serius, seperti masalah pembekuan darah, kekurangan vitamin K, hingga kemungkinan infeksi seperti demam berdarah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s