Apa Jantung Anda Bermasalah?

Salah satu yang membuat banyak orang takut adalah penyakit jantung, tidak hanya masyarakat umum, namun tenaga kesehatan profesional pun memiliki kekhawatiran yang sama. Penyakit jantung bisa terdengar sama seramnya dengan infeksi HIV/AIDS, karena (mungkin) gambaran yang muncul dari penderitaan orang yang terkena serangan jantung dengan nyeri dada yang amat hebat. Penyakit jantung lain seperti jantung koroner juga mengerikan. Dan di Amerika sendiri, data memperlihatkan bahwa penyakit jantung masih menjadi pembunuh utama, baik bagi laki-laki maupun perempuan.

Sayangnya, tidak semua gambaran penyakit jantung sejelas serangan jantung di mana korban berusaha meremas dadanya karena nyeri yang hebat. Gejala penyakit jantung bisa jadi begitu beragam dari orang ke orang. Sehingga dokter sering kali mengingatkan akan gejala atau tanda yang diabaikan oleh kebanyakan orang, di mana biasanya dibiarkan menunggu hilang dengan sendirinya atau kadang menyalahkan kondisi lain seperti maag, pegal linu, atau penyebab lain yang tidak serius yang bukan dari jantung.

Orang biasanya menjadi tidak acuh ketika mereka memiliki faktor risiko namun cukup lama tidak menunjukkan gejala atau tanda yang bermakna, misalnya manula, atau mereka dengan nilai kolesterol yang tinggi, tekanan darah yang tinggi, obesitas, perokok, diabetes, atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung.

Semakin banyak seseorang memiliki faktor risiko, maka semakin besar kemungkinan “sesuatu” terjadi pada jantung. Hanya saja, banyak orang yang menyangkal hal ini, tidak begitu peduli dengan terapi atau pengobatan; hanya saja perlu diingat bahwa, masalah jantung yang serius bisa bermakna kematian seketika.

Jadi, mari kita lihat gejala penyakit jantung yang menandakan mungkin ada masalah pada jantung Anda. Setidaknya kita bisa menemukan selusin dari semua itu.

Kecemasan. Terutama pada mereka yang terkena serangan jantung, maka bisa terpicu suatu kecemasan yang hebat, atau ketakutan akan kematian. Mereka yang selamat dari serangan jantung sering menggambarkan pengalaman mereka seperti “nyawa di ujung tanduk”.

Nyeri dada. Yang paling klasik dari gejala serangan jantung adalah nyeri dada, dan merupakan gejala yang paling banyak “dikejar-kejar”. Namun tidak semua serangan jantung menyebabkan nyeri dada, dan tidak semua nyeri dada berhubungan dengan jantung.

Nyeri dada yang berhubungan dengan jantung biasanya berpusat di bawah/balik tulang ada, mungkin sedikit ke kiri. Nyeri kadang diibaratkan seperti “tertindih batu besar”, namun juga bisa berupa rasa tidak nyaman seperti ditekan, diremas, atau terasa penuh sesak. Kadang mungkin nyeri tidak hebat, bahkan tidak cukup hebat sedemikian hingga seseorang terpikir untuk minum obat pereda nyeri.

Kadang penderita merasa ada sensasi panas, terbakar, atau perih pada dada mereka dibandingkan merasa nyeri atau tertekan. Sehingga orang kadang keliru mengira sensasi tersebut diakibatkan oleh masalah lambung/perut. Dan kadang petugas kesehatan pun bisa dibuat keliru oleh gejala yang tidak khas ini.

Batuk. Kondisi batuk atau mengi yang menetap bisa disebabkan oleh gagal jantung – yang merupakan hasil dari penumpukan cairan pada paru. Pada sejumlah kasus, mereka yang memiliki gagal jantung kadang batuk darah.

Pusing. Serangan jantung bisa membuat orang merasa lemas mendadak, seakan hendak tersungkur, dan mengalami kehilangan kesadaran. Demikian juga bisa terjadi pada irama jantung abnormal yang berbahaya yang dikenal sebagai aritmia.

Kelelahan. Biasanya pada perempuan, kelelahan yang tidak biasa bisa terjadi selama serangan jantung dan juga pada hari-hari atau pekan menuju ke suatu serangan. Dan mengalami kelelahan sepanjang waktu bisa merupakan gejala gagal jantung.

Tentu saja Anda juga bisa lelah karena banyak hal lainnya, tapi bagaimana bisa mengetahui hal tersebut berhubungan dengan jantung atau tidak? Jika Anda cukup lelah sedemikian hingga “ditiup angin pun bisa rebah/jatuh”, maka jangan membuang waktu dengan mencari penyebab di Internet atau berkonsultasi dengan sesama, membuang waktu bisa berbahaya dan mengancam nyawa.

Mual dan berkurangnya nafsu makan. Tidak jarang penderita merasa begitu mual perutnya dan kemudian muntah selama serangan jantung berlangsung. Pembengkakan perut yang berkaitan dengan gagal jantung dapat memengaruhi nafsu makan.

Nyeri di bagian tubuh lainnya. Pada banyak kasus serangan jantung, nyeri dimulai di bagian dada dan kemudian menyebar ke pundak, lengan, siku, punggung, leher, rahang/dagu atau perut. Tapi kadang tidak ada nyeri dada sama sekali – hanya nyeri pada bagian tubuh lainnya ini, seperti pada salah satu atau kedua lengan, atau di antara kedua pundak. Nyeri bisa datang dan pergi.

Nadi yang cepat atau tidak teratur. Dokter bisa berkata bahwa tidak perlu ada yang dikhawatirkan dari nadi yang kadang terlewati sesekali. Namun denyut nadi yang cepat dan tidak teratur, terutama jika dibarengi oleh lemas, pusing, napas pendek – bisa menjadi bukti serangan jantung, gagal jantung atau suatu aritmia. Jika dibiarkan, beberapa aritmia bisa mengarah pada stroke, gagal jantung, atau kematian mendadak.

Napas pendek. Jika seseorang merasa kehabisan napas saat beristirahat atau dengan kerja sedikit, mungkin bisa disebabkan oleh kondisi paru seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Namun kehabisan napas juga bisa menandakan sebuah serangan jantung atau gagal jantung.

Beberapa kasus bisa muncul di mana mereka yang terkena serangan jantung justru tidak mengeluhkan nyeri. Mereka justru mengeluhkan kehabisan napas seperti baru saja lari maraton sementara mereka tidak bergerak sama sekali.

Berkeringat. Keluar keringat dingin merupakan gejala umum dari serangan jantung. Anda bisa jadi sedang duduk di kursi atau baringan santai dan tiba-tiba Anda berkeringat banyak seperti baru saja berolahraga berat.

Bengkak. Gagal jantung bisa menyebabkan berkumpulnya cairan di dalam tubuh. Ini menyebabkan pembengkakan (sering di kaki, tumit, tungkai, dan perut), sebagaimana juga penambahan berat badan yang tiba-tiba, dan kadang kehilangan nafsu makan.

Lemas. Pada hari-hari menuju serangan jantung, atau pada saat serangan jantung, penderita bisa mengalami rasa lemas yang parah dan tidak bisa dijelaskan. Kadang ada yang menyampaikan bahwa dia tidak bisa menahan sehelai kertas di antara jarinya.

Apakah Anda pernah mengalami salah satu dari gejala tersebut? Atau apakah Anda memiliki faktor risiko terkena penyakit jantung? Jangan menunda untuk melakukan pemeriksaan ke dokter Anda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s