Penyakit Saluran Pernapasan Bagian Atas

Penyakit saluran pernapasan atas (PSPA – sebuah singkatan yang tidak ada), atau sering disebut di media massa sebagai infeksi saluran pernapasan atas (ISPA – yang juga merupakan singkatan kalah bergengsi dengan infeksi saluran pernapasan akut) adalah keterangan penyakit dalam daftar teratas di banyak instalasi kesehatan primer seperti praktik dokter, klinik, ataupun puskesmas. Anda bisa menemukan keterangan ini hampir untuk pelbagai kondisi yang berbeda-beda, dan saking banyaknya kondisi yang bisa dimasukkan sebagai penyakit saluran pernapasan bagian atas, maka ISPA tidak jarang mendapatkan julukan “diagnosis tong sampah” – masukkan saja semua ke dalam sana, karena dalam praktik sering kali merupakan kondisi-kondisi yang swasembuh, tinggal berikan sedikit pengontrol untuk gejala yang tidak nyaman.

Saya sendiri sering menulis common cold untuk kondisi umum pada kemungkinan infeksi saluran pernapasan atas. Kebanyakan kondisi tersebut disebabkan oleh kuman (umumnya infeksi virus). Dan membaik dalam beberapa hari ketika kondisi tubuh prima, kadang bisa juga memburuk dan mengarah pada kondisi/sakit yang lebih serius.

Hidung dan saluran napas bagian atas adalah tempat virus menyerang, dan kejadian ini cukup umum (sehingga disebut common cold). Kadang seorang dewasa bisa terserang sakit ini hingga empat kali dalam setahun, dan anak-anak bisa sampai delapan kali dalam setahun, di mana dianggap masih cukup wajar. Saya memang kadang menemukan orang tua yang cukup sering mengeluhkan dan khawatir ketika anaknya batuk pilek berulang setiap beberapa bulan sekali. Selama tidak memunculkan gejala yang berbahaya, dan tanda-tanda cukup aman, biasanya tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Virus yang menyebabkan batuk pilek seperti ini bisa beragam, oleh karena itu kondisi ini bisa balik atau kambuh, dan imunisasi yang sepenuhnya melawan batuk pilek tidak sepenuhnya mungkin.

Infeksi-infeksi pada tenggorokan (laring), atau saluran napas utama (trakea), atau masuk ke dalam paru (bronkus) juga umum. Secara spesifik, infeksi-infeksi ini bisa disebut sebagai laringitis, trakeitis, atau bronkitis. Dokter atau petugas kesehatan sering menggunakan istilah ISPA – sebagai infeksi saluran pernapasan atas untuk memasukkan setiap, atau semua, jenis infeksi ini.

Gejala yang paling umum adalah hidung tersumbat, hidung meler (pilek). Awalnya pilek mengeluarkan cairan yang jernih. Ini akan berubah menjadi kental kekuningan atau kehijauan setelah 2-3 hari. Pasien bisa mengeluh sulit tidur karena hidung yang tersumbat. Juga merasa tidak enak badan secara umum serta kelelahan. Demam bisa muncul, walau mungkin tidak sampai terlalu tinggi.

Gejala umum berikutnya juga biasanya batuk (sehingga dikenal sebagai batuk pilek), bahkan kadang batuk bisa menjadi keluhan atau gejala utama. Sedangkan gejala penyerta lain bisa berupa demam, sakit kepala, pegal dan linu baik badan, otot, maupun persendian.

Perburukan gejala paling buruk biasanya setelah 2-3 hari, dan kemudian secara perlahan membaik. Namun, batuk bisa menetap bahkan ketika infeksi sudah berakhir. Hal ini disebabkan karena pembengkakan (peradangan) pada saluran napas, yang disebabkan oleh infeksi, memerlukan sejumlah waktu untuk pulih. Bisa jadi sekitar 2-3 minggu, pasca gejala lain telah hilang, hingga batuk bisa hilang sepenuhnya. Dan ini sering membuat pasien merasa tidak sabar dan terganggu dengan batuknya, atau menanggap sakitnya belum sembuh.

Hampir tidak ada terapi spesifik untuk penyakit saluran pernapasan bagian atas, tujuan utama pengobatan adalah mengurangi gangguan dari gejala yang muncul, sementara membiarkan daya tahan tubuh Anda membersihkan infeksi yang terjadi. Umumnya pengobatan yang paling membantu adalah:

  • Minum paracetamol, ibuprofen, atau aspirin untuk mengurangi demam, dan meringan nyeri, sakit kepala, linu-linu. (Anak-anak di bawah usia 16 tahun sebaiknya tidak minum aspirin).
  • Minum air yang banyak jika Anda demam, ini membantu mencegah tubuh kekurangan cairan (dehidrasi).
  • Jika Anda merokok, berhentinya (jika bisa total selamanya). ISPA dan penyakit paru yang serius cenderung bertahan lama pada perokok.

Lalu bagaimana dengan pengobatan batuk & pilek? Percayalah, Anda bisa menemukan banyak obat batuk pilek di apotek yang dijual secara bebas tanpa perlu resep dokter. Walaupun tidak bisa melawan infeksi yang disebabkan oleh virus, atau bukti untuk itu tidak cukup banyak, namun obat-obat ini bisa mengurangi gejala yang mengganggu selama sakit. Contohnya saja obat-obat jenis dekongestan yang membantu membuat hidung tersumbat menjadi plong.

Hanya saja, perlu Anda ingat bahwa, obat-obat yang bisa berisi bahan yang beragam. Beberapa mungkin membuat Anda mengantuk. Ini bisa membantu ketika hendak tidur di malam hari, sehingga gejala batuk pilek tidak mengganggu. Namun jangan sesekali mengendarai kendaraan atau bekerja dengan risiko bahaya serupa dalam kondisi mengantuk. Beberapa mungkin sudah mengandung paracetamol, sehingga Anda perlu waspada agar tidak mengonsumsi paracetamol melebihi dosis jika Anda sudah minum paracetamol secara terpisah. Dekongestan juga tidak disarankan digunakan dalam jangka panjang, atau efeknya dapat berbalik.

Untuk anak-anak di bawah usia 6 tahun yang menderita ISPA, biasanya tidak dianjurkan lagi menggunakan obat batuk/pilek yang dijual bebas. Hal ini sepertinya diterapkan di Inggris. Karena tidak dapat bukti sahih bahwa obat-obat ini bisa membantu secara bermakna, dan kadang menimbulkan efek yang tidak diharapkan.

Bagaimana dengan antibiotik? Banyak masyarakat yang membeli antibiotik ketika mereka batuk pilek begitu saja ke apotek, dan oknum petugas apotek mungkin menjualnya begitu saja. Antibiotik biasanya tidak disarankan jika secara umum Anda berada dalam kondisi kesehatan yang baik. Sistem kekebalan tubuh Anda sudah cukup untuk melawan infeksi. Dan antibiotik hanya membunuh bakteri, bukan kuman yang berupa virus. Bahkan ketika jenis kuman bakteri merupakan penyebab, antibiotik umumnya tidak banyak memberikan dampak mempercepat penyembuhan.

Antibiotik bisa menyebabkan gejala memburuk, kadang beberapa orang terkena efek samping seperti diare, merasa sakit atau muncul ruam. Antibiotik umumnya diresepkan oleh dokter ketika Anda jadi begitu sakit, atau Anda sudah memiliki penyakit paru (kronis) yang melandasi. Antibiotik juga bisa diresepkan jika muncul komplikasi, seperti pneumonia – namun biasanya jarang terjadi jika Anda cukup sehat.

Pada perkembangan terbaru, persiapan herbal yang mengandung Echinacea purpura mungkin dapat mengurangi keparahan gejala batuk pilek pada orang dewasa. Mengonsumsi obat yang mengandung zinc juga tampaknya bisa membantu mengurangi gejala batuk pilek pada orang dewasa yang cukup sehat, jika diminum dalam 24 jam pasca awal gejala. Namun karena kekhawatiran akan toksisitasnya, zinc tidak direkomendasikan untuk digunakan dalam jangka panjang.

Adakah gejala yang perlu diwaspadai? Kebanyakan ISPA tidak menyebabkan komplikasi. Walau tentu saja bisa memicu batuk, mengi dan napas pendek pada penderita asma atau penyakit paru lainnya. Kadang infeksi berpindah atau menyebar ke jaringan paru, sinus, atau telinga. Kuman, dalam hal ini bakteri, bisa berada dalam mukus (lendir) sehingga sejumlah orang mengalami infeksi bakteri sekunder pada jaringan paru (pneumonia), telinga (otitis media) atau sinus (sinusitis). Oleh karena itu, kunjungi dokter jika gejala tidak membaik dalam beberapa hari, atau jika Anda curiga berkembangnya komplikasi. Secara khusus, gejala yang diwaspadai yang mungkin berarti lebih dari sekadar ISPA, adalah:

  • Demam, mengi, sakit kepala menjadi memburuk atau parah.
  • Jika napas menjadi cepat, pendek, atau nyeri dada.
  • Jika batuk dengan darah, atau dahak bercampur darah, atau dahak berwarna hitam atau seperti karat.
  • Jika menjadi mengantuk atau bingung.
  • Jika batuk menetap lebih lama dari 3-4 minggu.
  • Jika ISPA kambuh-kambuhan.
  • Jika gejala lain muncul yang Anda khawatir akannya.

Apakah ISPA bisa dicegah? Ini pertanyaan yang sering tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan bagi pasien. Virus yang menyebabkan ISPA ada di udara bebas, dan kita tidak bisa mencegahnya. Namun beberapa hal yang bisa digunakan agar tidak tertular atau menularkan ISPA adalah:

  • Jika Anda sedang batuk pilek, jangan terlalu dekat dengan orang lain, jaga jarak sehingga tidak menularkan infeksi.
  • Jika Anda sedang batuk pilek, seringlah cuci tangan dengan sabun dan air. Banyak virus ditularkan dengan sentuhan, terutama tangan yang tercemar oleh virus.
  • Hindari berbagi handuk, alat makan, dan lainnya jika Anda sedang batuk pilek, atau dengan mereka yang sedang batuk pilek.
  • Untuk anak-anak, hindari berbagi mainan dengan anak yang sedang batuk pilek. Jika anak Anda batuk pilek, pertimbangkan mencuci mainan dengan air sabun setelah digunakan.

Sehingga secara umum, kebersihan diri yang mendasar menjadi pencegah penularan virus yang menyebabkan ISPA. Olahraga secara teratur juga bisa membantu Anda meningkatkan daya tahan tubuh yang pada akhirnya mencegah infeksi terjadi, dan jika muncul infeksi saluran napas atas biasanya menderita gejala yang lebih ringan dibandingkan mereka yang tidak rutin berolahraga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s