Ketika Nata De Coco Menggunakan Pupuk ZA

Anda mungkin sudah mendengar bahwa pembuatan Nata De Coco menggunakan pupuk ZA. Bahkan saya yang tidak berhubungan dengan media massa pun sempat mendengar berita ini. Tapi mungkin masih simpang siur di masyarakat tentang penggunaan pupuk ZA dalam pembuatan Nata De Coco. Amankah? Karena ada yang berkata aman, tapi ada juga yang berkata sebaliknya. Saya bukan pakar di bidang ini, Anda sebelum membaca lebih jauh tulisan ini, mungkin perlu mempertimbangkan untuk menanyakan langsung ke ahli kimia pangan.

Sebelumnya, coba kita saksikan petikan video berikut mengenai pabrik yang membuat sari kelapa (nata de coco) yang dicampur dengan pupuk. (Catatan: jangan terlalu terprovokasi dengan judulnya)

Anda mungkin mempertanyakan ada apa sebenarnya, bahaya apa sebenarnya yang ada di situ?

Produksi memang dinyatakan menggunakan produk pupuk ZA, dan tampaknya banyak produsen nata de coco juga menggunakan metode pembuatan yang sama. Ini adalah poin pertama yang bisa kita terima bersama, bahwa produk nata de coco memang dalam pembuatannya menggunakan pupuk ZA.

Pupuk ZA tampaknya digunakan untuk mendapatkan nitrogen di dalamnya sebagai konsumsi bagi Acetobacter xylinum yang berperan dalam proses fermentasi menghasilkan nata de coco. Jika Anda bingung bagaimana ZA bisa mengandung nitrogen, coba buka buku pelajaran SMA, dan di sana kita bisa mendapatkan istilah lebih resmi dari ZA, yaitu amonium sulfat – (NH4)2S04, yang memang kaya dengan nitrogen tentunya.

Jadi, untuk menghasilkan nata de coco melalui fermentasi Acetobacter xylinum, penggunaan amonium sulfat atau ZA ini berperan penting. Ini poin kedua kita.

Nata de coco
Nata de coco tampak lezat sebagai hidangan. Sumber gambar: wikimedia.org.

Apakah amonium sulfat aman dikonsumsi? Mungkin pertanyaan itu tidak terdengar seseram: apakah pupuk ZA aman dikonsumsi?

Saya rasa, amonium sulfat bukanlah bahan konsumsi secara langsung. Anda bisa merujuk pada lembar data keamanan material – MSDS dari setiap produsen yang memproduksi amonium sulfat atau pupuk ZA. Saya rasa di sana akan tertuang, bahwa ada bahaya jika tertelan. Misalnya saja seperti radang tenggorokan, sakit perut, muntah, dan diare.

Tampaknya memang berbahaya bukan? Apalagi untuk kadar amonium sulfat yang food grade (aman sebagai bahan pangan) masih memiliki LD50 3000 mg/kg pada tikus. Yang bermakna, jika ZA food grade diberikan pada 100 ekor tikus dengan dosis 3000 mg/kg, maka akan ada 50 ekor tikus yang mati.

Lalu bagaimana dengan pupuk ZA yang digunakan pada pembuatan nata de coco, yang dalam catatan pastilah bukan tipe amonium sulfat yang mendapatkan sertifikasi food grade? Jawabannya, saya sendiri tidak tahu. Karena untuk mendapatkan sertifikasi food grade, ada beberapa hal yang harus terpenuhi.

Lalu mengapa tidak semua orang yang makan nata de coco mengalami gejala keracunan amonium sulfat? Karena ada batasan yang yang aman untuk itu, bahkan amonium sulfat digolongkan sebagai bahan pangan yang relatif aman (GRAS) oleh FDA di Amerika. Namun dalam produksi yang dipermasalahkan saat ini adalah belum digunakannya amonium sulfat jenis yang aman untuk pangan, melainkan amonium sulfat yang dijadikan pupuk yang kita kenal sebagai pupuk ZA dalam dunia pertanian.

Kekhawatiran saat ini adalah kemungkinan adanya cemaran logam berat dalam amonium sulfat yang belum tersertifikasi aman sebagai bahan pangan. Tapi hal ini pun perlu dibuktikan kembali.

Salah satu jalan tengah mungkin produsen harus memberikan jaminan dengan pemeriksaan secara berkala (seperti bulanan misalnya) bahwa hasil akhir nata de coco yang diproses menggunakan pupuk ZA tidak mengandung logam berat yang berbahaya, serta prosedur kebersihan dan lain-lainnya dijamin sesuai standar manufaktur yang baik. Sehingga poin pertama dan kedua tadi mungkin bisa memenuhi unsur keamanan.

Tapi apakah itu cukup?

Jika berbicara dari dunia kesehatan, tentu saja itu tidak cukup. Kandungan dalam ambang batas wajar, atau dalam nilai aman bukan segalanya. Dampak buruk kesehatan bukan sesuatu yang muncul secara serta merta, apalagi jika kemudian berpikir ke arah logam berat yang dalam catatannya baru menimbulkan dampak buruk pada kesehatan ketika menumpuk di dalam tubuh.

Misalnya saja cerita tentang timbal (Pb) yang banyak kita tabung di dalam tubuh dari sehari-hari menghirup asap buangan kendaraan bermotor. Sepertinya mungkin tidak terasa berbahaya, karena dampaknya tidak muncul seketika. Tapi apakah kita punya data seberapa banyak anak-anak yang mengalami gangguan kecerdasan karena terpapar timbal? Tidak, kita tidak punya data itu, kecuali estimasi dari WHO. Tapi apakah kita peduli? Mungkin kita tetap lebih memilih membeli premium (yang walau sudah dinyatakan bebas timbal, masih mengandung sangat amat sedikit TEL) daripada pertamax atau bahan bakar yang lebih bebas timbal karena pertimbangan harga. Kesehatan mungkin bukan investasi utama kita, tapi kita sering mengeluhkan masalahnya ketika kita enggan berinvestasi di dalamnya.

Banyak yang berkata, toh selama ini tidak masalah, pakai pupuk ZA aman-aman saja, tidak ada kasus kesehatan yang berarti. Maka itu kembali pada perumpamaan di paragraf sebelumnya.

Solusi lain adalah, munculnya industri penyedia amonium sulfat yang masuk ke dalam ranah aman bagi pangan – food grade di dalam negeri. Dengan catatan, ketika industri dan produk ini tersedia, maka produsen nata de coco juga bersedia memanfaatkannya walau tentu akan menambah biaya produksi.

Sebelum menyimpang terlalu jauh, pertanyaan ketika ada produk nata de coco yang menggunakan pupuk ZA yang belum dinyatakan aman sebagai bahan pangan, apa yang perlu dilakukan masyarakat? Maka jawabannya saya kembalikan ke masing-masing individu.

Anda bisa membagi pemikiran Anda dalam kolom komentar di bawah.

 

Sumber bacaan lain yang menarik:

  1. Penjelasan Badan POM mengenai produk Nata de Coco [tautan – Web Resmi]
  2. Food Chemocal Codec (FCC) – Amonium Sulfate oleh GAC* [tautan – PDF] – Fermentation Grade [tautan – PDF]
  3. MSDS Amonium Sulfate oleh GAC* [tautan – PDF]
  4. Amonium Sulfate dalam Kandungan Makanan yang secara umum dinilai aman (GRAS) oleh FDA – [tautan – dokumen resmi]

*) GAC adalah salah satu produsen amonium sulfat yang aman bagi pangan di Amerika Utara. Penulis hanya menggunakan data mereka sebagai contoh, dan menyatakan tidak memiliki kaitan hubungan dan/atau kepentingan apapun dengan perusahaan tersebut dalam penulisan artikel ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s