Campak

Penyakit campak merupakan salah satu penyakit yang cukup umum, terutama jika cakupan imunisasi campak belum melindungi sebagian besar mereka yang rawan terkena campak, terutama anak-anak. Penyakit ini memang begitu menganggu, namun anak-anak biasanya pulih dengan baik, namun sebagai catatan ada kasus yang bisa berkembang menjadi komplikasi yang serius. Mari kita lihat sedikit mengenai penyakit campak ini.

Apa itu campak?

Campak adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh suatu virus. Virus ini bisa hidup di kelenjar mukosa hidung dan tenggorokan mereka yang sakit campak. Kontak fisik, batuk, serta bersin bisa menyebarkan/menularkan infeksi. Sebagai catatan, droplet mukosa yang terinfeksi bisa bertahan tetap aktif dan menularkan penyakit selama dua jam setelah keluar dari tubuh, waspadai bahaya penularan ini. Hal ini juga bermakna bahwa virus bisa hidup di luar tubuh inang, misalnya sebagai contoh pada permukaan gagang pintu.

Apa saja gejala campak?

Begitu Anda terinfeksi oleh virus campak, virus akan memperbanyak diri pada belakang tenggorokan dan dalam paru Anda. Lalu menyebar ke seluruh tubuh. Beberapa gejala yang umum timbul karena infeksi campak adalah:

  • Temperatur/suhu tubuh yang meningkat (demam), mata merah (konjungtivitis), dan hidung berair (pilek) biasanya muncul pertama kali.
  • Bintik-bintik putih kecil biasanya muncul di dalam mulut sehari kemudian atau setelahnya. Dan kondisi ini bisa menetap selama beberapa hari.
  • Batuk kering yang serak biasanya umum.
  • Tidak nafsu makan, lemas, kelelahan, pegal linu, nyeri sendi dan otot juga merupakan gejala yang umum.
  • Mencret (diare) dengan atau tanpa diserta mual/muntah juga umum.
  • Ruam bintik kemerahan biasanya muncul dalam 3 – 4 hari pasca gejala awal. Biasanya dimulai pada kepala dan leher, lalu menyebar ke tubuh bawah. Biasanya memerlukan 2 – 3 hari untuk muncul/menutupi di seluruh tubuh. Ruam kadang berubah warna menjadi pucat atau kecokelatan (tergantung warna kulit) dan perlahan menghilang pada hari-hari berikutnya.
  • Anak-anak biasanya merasa tidak sehat dan menderita selama 3 – 5 hari. Setelah itu, demam biasanya mulai reda, lalu ruam juga mulai menghilang. Demikian juga dengan gejala yang lain biasanya ikut berkurang dan hilang.

Kebanyakan anak membaik dalam 7 – 10 hari. Batuk yang gatal dan mengganggu bisa bertahan selama beberapa hari atau pekan berikutnya, bahkan setelah gejala lain sudah tidak dirasakan lagi. Selama infeksi berlangsung, tubuh akan membentuk antibodi sebagai kekebalan. Ini akan melawan virus dan biasanya membentuk kekebalan sepanjang hayat. Oleh karenanya, jarang ada kasus campak bisa kambuh, atau terkena untuk yang kedua kalinya.

Kadang orang bisa keliru mengira ruam atau bintik merah oleh penyakit lain sebagai ruam karena campak. Campak bukanlah ruam kemerahan yang muncul dan kemudian segera hilang begitu saja. Virus campak bisa menyebabkan penyakit yang tidak nyaman, bahkan kadang serius. Dan ruam hanyalah bagian dari penyakit campak ini.

Campak
Gambaran ruam pada kasus infeksi campak. Sumber gambar: guardianlv.com

Bagaimana mendiagnosis campak?

Dokter biasanya sudah bisa mendiagnosis campak melalui gambaran klinis, melalui pelbagai gejala yang muncul pada pasien. Khususnya dari karakter ruam yang muncul, dan bintik putih di dalam mulut pasien. Namun, untuk kepentingan penegakan diagnosis, biasanya sampel darah akan diambil untuk menegakkan diagnosis campak. Serta untuk kepentingan reduksi kasus campak secara nasional, sampel darah akan dikirimkan ke Balai Laboratorium Virologi Nasional Campak terdekat sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan no. 239/Menkes/SK/IV/2006.

Komplikasi apa saja yang mungkin muncul akibat campak?

Komplikasi biasanya terjadi pada anak-anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh (imunitas) yang buruk (misalnya mereka yang menderita leukemia atau HIV), mereka yang memiliki gizi buruk (malnutrisi), anak-anak balita (di bawah usia 5 tahun) dan dewasa. Banyak anak-anak kurang gizi di dunia meninggal ketika mereka terinfeksi campak, biasanya karena infeksi paru (pneumonia) sekunder. Kadang ada laporan anak-anak yang meninggal akibat komplikasi campak, biasanya anak-anak ini belum diimuniasi campak.

Sejumlah komplikasi yang umum adalah:

  • Infeksi mata (konjungtivitas)
  • Peradangan pita suara (laringitis)
  • Infeksi pada telinga (otitis) yang menyebabkan telinga nyeri (otalgia)
  • Infeksi saluran napas seperti bronkitis akan cukup umum.

Meskipun kondisi ini membuat pasien khawatir, namun biasanya tidak serius.

Beberapa komplikasi yang jarang terjadi, misalnya:

  • Kejang demam dapat terjadi setiap 1 di antara 200 kasus. Ini bisa membuat kita siaga, namun pemulihan penuh adalah umum.
  • Peradangan otak (ensefalitis). Merupakan kasus yang jarang, namun juga komplikasi yang serius. Bisa terjadi 1 di antara 5.000 kasus. Biasanya menyebabkan mengantuk, sakit kepala, dan mual muntah yang muncul pada 7 – 10 hari setelah ruam pertama kali muncul. Ensefalitis bisa menyebabkan kerusakan otak. Beberapa anak meninggal dunia karena komplikasi ini.
  • Infeksi hati (hepatitis).
  • Pneumonia. Ini merupakan komplikasi yang serius yang kadang muncul. Gejala biasanya berupa kesulita bernapas atau napas yang cepat, nyeri dada, dan secara umum menjadi tampak lebih sakit.
  • Juling (strabismus) lebih umum pada anak yang pernah terkena campak. Virus bisa memengaruhi otot atau saraf mata.

Suatu penyakit otak yang sangat langka yang disebut panensefalitis sklerosis subakut yang bisa berkembang bertahun-tahun kemudian pada sejumlah kecil orang yang pernah terkena campak. Ini bisa terjadi beberapa tahun setelah terkena campak. Dan kondisi ini bisa menjadi kondisi yang fatal.

Apa pengobatan untuk campak?

Tidak ada pengobatan khusus bagi yang membunuh virus campak. Tujuan terapi biasanya mengurangi guna mengurangi gejala yang tidak nyaman yang dirasakan pasien, hingga tubuh membentuk sistem kekebalan yang menyapu bersih infeksi. Untuk kebanyakan kasus, istirahat, dan tindakan sederhana untuk menurunkan demam biasanya sudah merupakan semua yang diperlukan. Gejala biasanya menghilang dalam 7 – 10 hari.

Beberapa tindakan berikut umumnya bermanfaat:

  • Anak-anak harus minum sebanyak mungkin guna mencegah tubuh kekurangan cairan (dehidrasi). Minum tidak harus selalu berupa air putih saja.
  • Paracetamol atau ibuprofen bisa diminum untuk mengurangi demam, pegal linu, dan nyeri badan. Anak-anak harus dijaga agar tetap dingin (namun tidak kedinginan).
  • Antibiotik tidak membunuh virus campak, sehingga umumnya tidak diberikan. Biasanya diresepkan jika terjadi atau muncul komplikasi, seperti infeksi bakteri sekunder pada telinga atau paru.

Obat batuk biasanya tidak banyak membantu.

Suplementasi vitamin A

Perlu digarisbawahi bahwa suplementasi vitamin A bisa membantu mencegah komplikasi yang serius muncul dari infeksi campak. Suplementasi biasanya direkomendasikan pada anak-anak yang memiliki risiko kekurangan vitamin A. Di negara berkembang seperti Indonesia, di mana risiko kekurangan vitamin A masih menjadi perhatian, biasanya suplementasi vitamin A sangat dianjurkan. Sehingga mereka yang terkena infeksi campak biasanya ditawarkan rencana terapi yang termasuk suplemen vitamin A di dalamnya.

Kapan periksa ke dokter?

Kebanyakan anak akan pulih dengan baik. Dokter biasanya akan menyampaikan bahwa infeksi diakibatkan oleh campak. Namun sebaiknya pasien segera menemui dokter jika gejala bertambah buruk/parah, atau jika curiga muncul komplikasi seperti yang diutarakan di atas.

Konfirmasi untuk kasus campak disarankan pasien memeriksakan diri ke puskesmas terdekat untuk diambil contoh darahnya dan diperiksa untuk menegakkan diagnosis campak.

Beberapa gejala yang perlu dicermati sehingga pasien tahu kapan harus pergi ke dokter adalah:

  • Mengantuk.
  • Kekurangan cairan pada tubuh (dehidrasi). Ini mungkin terjadi jika pasien, utamanya anak sulit minum, dan diketahui hanya sedikit buang air kecil, mulut tampak kering, bibir pecah-pecah, lidah juga tampak kering, atau menjadi mengantuk.
  • Kesulitan bernapas.
  • Kejang.

Imunisasi campak

Anak-anak juga bisa dibawa ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan imunisasi campak. Campak tahun yang lalu banyak merebak, baik di Indonesia maupun di luar negeri karena banyak anak yang tidak diimunisasi campak (atau orang tua mereka menolak anaknya diimunisasi campak).

Di Indonesia vaksin campak bisa diberikan sendiri, atau dalam paket vaksinasi MMR. Silakan berkonsultasi dengan dokter keluarga Anda untuk mendapatkan informasi lebih banyak tentang program imunisasi ini.

Imunisasi campak juga kadang diberikan jika terjadi KLB wabah campak. Terutama bagi mereka yang belum mendapatkan perlindungan.

Apakah campak menular?

Ya – bahkan sangat menular, sehingga bisa menimbulkan wabah. Ditularkan melalui batuk dan bersin, virus campak lepas ke udara. Biasanya periode inkubasi memerlukan antara 7 dan 18 hari untuk munculnya gejala setelah terinfeksi. Jika Anda terinfeksi, Anda bisa menularkan campak kepada orang lain antara empat hari sebelum dan empat hari setelah muncul ruam. Oleh karenanya, anak-anak yang sakit campak sebaiknya istirahat di rumah saja, sehingga tidak menularkan ke teman-teman yang lainnya.

Jika ada kerabat atau rekan kerja atau keluarga mereka yang dirawat di rumah sakit karena campak, sebaiknya menjenguk ketika mereka telah pulang dari rumah sakit. Dan jika terpaksa menjenguk, gunakan masker, cuci tangan sebelum dan setelah menjenguk di lingkungan rumah sakit, dan jangan (usahakan untuk tidak) mengajak anak untuk ikut menjenguk.

Apa yang dilakukan jika kontak dengan penderita campak?

Beberapa orang mungkin tidak diimunisasi campak. Juga beberapa orang lebih rentan terhadap komplikasi jika mereka terkena campak. Khususnya, mereka dengan daya tahan tubuh yang rendah, seperti contohnya:

  • Mereka yang menjalani kemoterapi, atau terinfeksi HIV.
  • Wanita yang hamil.
  • Bayi muda usia di bawah 12 bulan.

Jika Anda atau anak Anda kontak dengan penderita campak, Anda harus segera ke dokter. Ini khususnya penting jika Anda atau anak Anda merupakan kelompok yang berisiko rentan terhadap komplikasi. Anda kemungkinan akan diminta untuk melakukan tes daya tahan tubuh tehadap campak. Dan, jika dinilai perlu, Anda mungkin ditawarkan untuk segera diimunisasi atau menyuntikkan antibodi pelindung (imunoglobulin) misalnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s