Pertussis – Si Batuk Rejan

Kita mungkin sudah jarang mengenal atau melihat kasus batuk rejan yang dalam istilah medis disebut sebagai pertussis, karena pada daerah dengan sanitasi atau kebersihan yang baik dan cakupan imunisasi pertussis yang luas, kasus ini hampir tidak ditemukan lagi. Namun ketika kasus ini ada, sangat mudah sekali dikenali – karena salah satu gejalanya yang khas, yaitu batuk keras dan tidak dapat terkontrol terus menerus kadang hingga penderita kesulitan mengambil napas.

Dalam artikel-artikel berbahasa Inggris, batuk rejan akan dikenal sebagai istilah “whooping cough” atau ditulis sebagai pertussis saja.

Pertussis disebabkan oleh bakteri yang sangat menular yang dikenal sebagai Bordetella pertussis yang menyerang saluran napas. Biasanya terjadi pada bayi dan anak-anak kecil, dan sangat mudah menular dari orang ke orang, umumnya melalui droplet. Gejala awal biasanya muncul 7 – 10 hari pasca infeksi[1. WHO – Pertusis. URI: http://www.who.int/topics/pertussis/en/].

Gejala awalnya akan menyerupai batuk pilek biasa, seperti pilek dengan hidung tersumbat, demam, batuk, serta mata merah dan berair. Namun dalam selang beberapa hari atau minggu, biasanya gejala memburuk diakibatkan oleh membengkaknya saluran napas, menyebabkan batu-batuk hebat yang tampak terpaksa, dan jika berkepanjangan bisa menimbulkan muntah, wajah menjadi pucat/biru, kadang diakhiri dengan lengkingan suara tinggi pada setiap kali napas. Sementara bayi mungkin tidak batuk sama sekali, mereka bisa jadi bergelut untuk bernapas atau berhenti bernapas sama sekali[2. Symtomps of Pertussis. Mayo Clinic. URI: http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/whooping-cough/basics/symptoms/con-20023295]. Jika menemukan gejala-gejala yang mengkhawatirkan tersebut, segera bawa bayi ke rumah sakit terdekat.

Pertussis bisa dilawan dengan menggunakan antibiotik. Hanya saja walau demikian, di seluruh dunia kematian akibat pertusis tetap saja tinggi. Pada tahun 2008, terdapat 16 juta kasus pertussis di seluruh dunia dengan kematian mencapai 195.000 anak, dan 95 % berada di negara berkembang [3. Immunization and vaccines – Pertussis. WHO. URI: http://www.who.int/immunization/topics/pertussis/en/]. Oleh karena itu, penting untuk melindungi anak sebelum mereka terkena sakit batuk rejan.

Pada anak-anak bisa diberikan imunisasi kombinasi DPT, sedangkan pada remaja bisa diberikan Tdap sesuai anjuran dokter[4. Imunisasi Pada Remaja. IDAI. URI: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/imunisasi-pada-remaja-2%5D.

Imunisasi pertussis mungkin tidak sempurna, namun setidaknya dapat melindungi anak-anak dari bahaya pertussis yang salah satu komplikasi akhirnya adalah kematian. Jika Anda menemukan kasus yang dicurigai sebagai pertussis atau batuk rejan ini, segera melapor ke petugas kesehatan terdekat, seperti ke puskesmas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s