10 Fakta Mengenai Transfusi Darah

Transfusi darah menyelamatkan nyawa/kehidupan serta meningkatkan kesehatan, namun banyak pasien memerlukan transfusi darah tidak mendapatkan akses akan darah tepat pada waktunya. Perlunya transfusi darah dapat meningkat setiap waktu baik di daerah perkotaan maupun pinggiran. Ketidaktersediaan darah telah mengarah pada kematian dan banyak pasien menderita oleh sakitnya. Suplai darah yang aman yang mencukupi dan tepercaya dapat dipastikan oleh adanya basis donor-donor sukarelawan yang tidak dibayar yang secara teratur mendonorkan darah mereka. Mereka juga merupakan kelompok donor paling aman oleh karena prevalensi infeksi yang terbawa oleh darah paling rendah di antara para pendonor[1. Facts on Blood Transfusion. WHO. URI: http://www.who.int/features/factfiles/blood_transfusion/en/ Reviewed June 2016.].

Sekarang mari kita lihat sepuluh fakta mengenai transfusi darah.

Fakta 1: Transfusi darah menyelamatkan hidup dan meningkatkan kesehatan

Sekitar 108 juta unit darah yang didonorkan dikumpulkan di seluruh dunia setiap tahunnya. Dan hampir 50% dari darah yang didonorkan ini dikumpulkan dari negara-negara yang berpenghasilan tinggi, yang menjadi rumah bagi kurang dari 20% populasi dunia. Banyak pasien memerlukan transfusi, namun, tidak memiliki kesempatan yang tepat waktu untuk mendapatkan akses bagi produk darah yang aman.

Setiap negara perlu menjamin bahwa suplai darah dan produk-produk darah mencukupi dan bebas dari virus HIV, Hepatitis dan infeksi-infeksi lainnya yang ditularkan melalui transfusi.

Fakta 2: Transfusi darah digunakan untuk mendukung pelbagai pengobatan

Pada negara-negara dengan pendapatan yang tinggi, kebanyakan pasien yang sering mendapatkan transfusi adalah kelompok usia di atas 65 tahun, terhitung hingga 76% dari seluruh jumlah transfusi. Transfusi digunakan umumnya untuk layanan dukungan pada bedah kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah), bedah transplantasi, trauma parah, dan terapi untuk keganasan padat maupun hematologis.

Pada negara-negara berpenghasilan rendah hingga sedang, digunakan lebih sering untuk pengelolaan pada komplikasi-komplikasi terkait kehamilan, malaria pada anak dengan anemia yang parah sebagai komplikasinya, dan cedera-cedera terkait rudapaksa.

Fakta 3: Suplai mencukupi akan darah yang aman hanya bisa dijamin melalui donor sukarela yang teratur

Suplai darah yang aman yang mencukupi dan dapat dipercaya hanya bisa dijamin melalui donor-donor darah dari para sukarelawan (yang tidak dibayar) yang teratus mendonorkan darah mereka. Mereka adalah kelompok donor yang paling aman karena prevalensi infeksi-infeksi yang ditularkan melalui darah paling kecil di antara para pendonor.

WHO – Badan Kesehatan Dunia – mendorong negara-negara untuk mengembangkan sistem darah nasional yang berdasarkan donor darah sukarela untuk mencapai tujuan terciptanya ketercukupan darah dan produk-produk darah yang aman.

Fakta 4: Donor sukarelawan memberi 100% suplai darah di 62 negara

Pada tahun 2012, 73 negara melaporkan mengumpulkan lebih dari 90% suplai darah mereka dari para sukarelawan, yang tidak dibayar untuk mendonorkan darah, dan di antaranya adalah 62 negara yang mengumpulkan 100% suplai darah hanya dari para sukarelawan ini.

Tapi dalam 72 negara, kurang dari 50% suplai darah berasal dari para donor sukarela, kebanyakan suplai darah mereka masih bergantung pada keluarga atau donor pengganti atau pendonor yang dibayar.

Fakta 5: Sekitar 108 juta donor darah dikumpulkan di seluruh dunia setiap tahun.

Sekitar 50% dari semua ini didonorkan pada negara-negara berpenghasilan rendah hingga sedang, di mana 80% populasi dunia tinggal. Rata-rata donasi darah lebih banyak 9 kali lebih besar di negara berpenghasilan tinggi dibandingkan dengan negara berpenghasilan rendah.

Fakta 6: Pengumpulan pada pusat-pusat darah beragam menurut kelompok pendapatan

Sekitar 10.000 pusat darah di 168 negara melaporkan mengumpulkan sekitar 83 juta donor darah. Nilai tengah donor darah tahunan di setiap pusat adalah sekitar 15.000 di negara berpenghasilan tinggi, dibandingkan dengan 3.100 di negara berpenghasilan rendah hingga sedang.

Fakta 7: Lebih banyak orang di negara berpenghasilan tinggi mendonorkan darah dibandingkan negara lainnya

Nilai tengah rata-rata donor darah pada negara berpenghasilan tinggi adalah 36,8 donor per 1.000 penduduk. Ini berbanding dengan 11,7 donor per 1.000 penduduk pada negara berpenghasilan sedang, dan sekitar 3,9 donasi per 1.000 penduduk pada negara berpenghasilan rendah.

Fakta 8: Darah yang didonorkan selayaknya selalu ditapis

Semua darah yang didonorkan selayaknya selalu ditapis untuk kemungkinan adanya HIV, hepatitis B, hepatitis C dan sifilis sebelum ditransfusikan. Hanya saja sekitar 25 negara belum mampu melakukan penapisan ini pada semua darah yang didonorkan untuk salah satu atau beberapa infeksi tersebut.

Pengujian tidak menentu di banyak negara dikarenakan suplai perangkat tes yang tidak menentu, kekurangan staf, kualitas perangkat tes yang buruk, atau laboratorium belum memiliki kualitas yang mencukupi.

Fakta 9: Satu unit darah bisa bermanfaat bagi sejumlah pasien

Memisahkan darah ke dalam sejumlah komponennya membuat satu unit darah bisa bermanfaat bagi sejumlah pasien dan menyediakan bagi seorang pasien hanya komponen darah yang dibutuhkannya. Sekitar 95% darah yang dikumpulkan di negara berpenghasilan tinggi, 80% di negara berpenghasilan sedang, dan 45% di negara berpenghasilan rendah dipisahkan ke dalam komponen-komponen darah.

Fakta 10: Transfusi yang tidak dibutuhkan memaparkan pasien pada risiko yang tidak perlu

Kadang transfusi diresepkan saat pengobatan sederhana yang aman sebagai pilihan lain sama efektifnya. Sebagai hasil, transfusi tersebut bisa dikatakan tidak dibutuhkan. Suatu transfusi yang tidak dibutuhkan bisa memaparkan pasien terhadap risiko-risiko infeksi seperti HIV dan hepatitis serta reaksi-reaksi yang tidak diharapkan dari transfusi itu sendiri.

Selamat Hari Donor Darah Sedunia, 14 Juni 2016, “Share Life – Give Blood”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s