Selayang Pandang Penyakit Antraks

Kembali berbicara tentang antraks, kali ini penulis menyajikan sejumlah saduran ringan mengenai antraks yang bersumber dari artikel Mayo Clinic[1. Anthrax. Tersedia melalui alamat URL: http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anthrax/basics/definition/con-20022705. Diakses terakhir pada 23 Januari 2017.], dan sebuah penelitian Dhani Redhono et.al.,[2. Prevalensi Antraks di Indonesia. Tersedia melalui alamat URL: http://fk.uns.ac.id/static/resensibuku/Prevalensi_Antraks_di_Indonesia.pdf. Diakses terakhir pada 23 Januari 2017] sebagai acuan penulis. Masyarakat selayaknya dapat lebih mengenal antraks (anthrax) ini karena merupakan kasus yang terjadi di negara kita.

Pengertian

Anthrax (antraks) adalah penyakit yang jarang namun serius, yang disebabkan oleh bakteri pembentuk spora, Bacillus anthracis. Antraks umumnya menyerang hewan ternak dan liar. Manusia dapat terinfeksi melalui kontak langsung ataupun tidak langsung dengan hewan yang sakit.

Tidak terdapat bukti bahwa antraks ditularkan dari orang ke orang, namun masih memungkinkan bahwa lesi antraks kulit dapat menularkan melalui kontak langsung. Biasanya, bakteri antraks masuk ke dalam tubuh melalui luka pada permukaan kulit. Anda juga bisa terinfeksi dengan memakan daging yang tercemar atau menghirup spora antraks.

Tanda dan gejala sangat bergantung dengan bagaimana Anda terinfeksi, dapat berupa borok pada kulit hingga muntah hingga rejatan (syok). Terapi dengan antibiotik tepat pada kondisi dini dapat menyembuhkan sebagian besar infeksi antraks. Antraks yang terhirup lebih sulit diobati dan bisa menjadi fatal.

Gejala

Terdapat empat jalur umum infeksi antraks, tiap-tiapnya dengan tanda dan gejala yang berbeda. Pada kebanyakan kasus, gejala berkembang dalam tujuh hari pasca paparan terhadap bakteri. Pengecualian adalah antraks inhalasi, yang bisa memerlukan waktu berminggu-minggu pasca paparan sebelum munculnya gejala.

Borok Antraks

Antraks Kutaneus (Kulit)

Infeksi antraks kutaneus memasuki tubuh melalui sayatan atau luka lain pada kulit Anda. Hingga saat ini merupakan rute penularan/infeksi yang paling umum dari penyakit ini. Juga merupakan jenis yang paling ringan – dengan pengobatan yang tepat, antraks kutaneus jarang berakibat fatal. Tanda dan gejala antraks kulit meliputi:

  • Bintil gatal yang meninggi menyerupai gigitan serangga yang dengan cepat berkembang menjadi borok yang tidak nyeri dengan bagian tengah kehitaman.
  • Pembengkakan di sekitar borok dan kelenjar limfa sekitar.

Antraks Gastrointestinal (Saluran Cerna)

Bentuk infeksi antraks ini dimulai dengan memakan daging yang kurang matang dimasak dari seekor hewan yang terinfeksi. Tanda dan gejala meliputi:

  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri abdomen (perut)
  • Kehilangan nafsu makan
  • Demam
  • Diare berdarah yang parah pada tahap lanjut
  • Nyeri tenggorokan dan kesulitan menelan
  • Leher bengkak

Antraks Inhalasi (Paru)

Antraks inhalasi berkembang saat Anda bernapas (menghirup) spora antraks. Merupakan cara paling mematikan untuk terkena penyakit ini, dan bahkan dengan pengobatan masih cukup sering fatal. Tanda dan gejala awal antraks inhalasi termasuk:

  • Gejala mirip flu, seperti radang tenggorokan, demam ringan, lelah dan nyeri otot, yang mungkin menetap selama beberapa jam atau hari.
  • Rasa tidak nyaman ringan di dada.
  • Napas memendek.
  • Batuk darah.
  • Nyeri telan.

Ketika penyakit berkembang, Anda bisa mengalami:

  • Demam tinggi
  • Kesulitan bernapas
  • Rejatan (syok)
  • Meningitis – suatu peradangan selaput otak dan sumsum tulang belakang yang dapat mengancam jiwa.

Antraks Injeksi (Suntikan)

Ini merupakan jalur infeksi antraks yang baru-baru ini teridentifikasi. Tertular melalui penyuntikan obat-obat terlarang dan telah dilaporkan hanya di Eropa hingga saat ini. Tanda dan gejala awal antraks injeksi meliputi:

  • Kemerahan pada area suntikan (tanpa area yang berubah menjadi kehitaman).
  • Bengkak yang mengkhawatirkan.

Saat penyakit berkembang, Anda bisa mengalami:

  • Rejatan (syok)
  • Gagal organ jamak.
  • Meningitis

Kapan menemui dokter?

Banyak sekali penyakit umum yang dimulai dengan gejala menyerupai flu. Kemungkinan bahwa radang tenggorokan, pegal linu Anda disebabkan oleh antraks sangat kecil.

Jika Anda berpikir bahwa Anda telah terpapar – sebagai contoh, jika Anda bekerja di lingkungan yang antraks kemungkinan terjadi – temui dokter segera untuk pemeriksaan dan perawatan. Jika Anda menderita tanda dan gejala penyakit setelah terpapar pada hewan atau produk hewani pada belahan dunia di mana antraks umum, segera cari pertolongan medis. Diagnosis dan pengobatan awal sangat penting.

Penyebab

Spora-spora antraks dibentuk oleh bakteri antraks yang terjadi secara alami pada tanah di banyak belahan dunia. Spora-spora ini bisa tetap dorman selama bertahun-tahun hingga mereka menemukan jalan mereka menuju inang yang tepat. Inang yang umum untuk antraks termasuk hewan ternak, seperti domba, sapi, kuda, dan kambing.

Di Indonesia, kasus antraks pada manusia pertama kali dilaporkan di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara tahun 1832, tercatat terjadi juga di Teluk Betung, Lampung tahun 1884, Buleleng – Bali tahun 1885, Bima – NTB tahun 1976, Paniai, Irian Jaya tahun 1985, Semarang, Boyolali, Demak – Jawa Tengah tahun 1990, Purwakarta tahun 2000 serta Bogor 2001. Dan setelah itu, cukup banyak kasus-kasus KLB antraks yang muncul ke permukaan.

Faktor Risiko

Untuk terkena antraks, Anda harus kontak langsung dengan spora-spora antraks. Ini bisa terjadi jika Anda:

  • Menjadi anggota pasukan/militer yang diterjunkan di area dengan potensi paparan antraks yang tinggi.
  • Bekerja dengan antraks dalam lingkungan laboratorium.
  • Mengerjakan/menyamak kulit hewan, bulu atau wol dari area yang memiliki kejadian antraks yang tinggi.
  • Menangani atau menghias hewan tarung atau yang dijadikan parade.
  • Menyuntik obat-obat terlarang, semisal heroin.

Komplikasi

Komplikasi yang paling berat dari antraks adalah peradangan membran dan cairan yang menyelubungi otak serta sumsum tulang belakang, mengarah pada perdarahan hebat dan kematian.

Pemeriksaan

Jika Anda merasa terpapar antraks, maka sebaiknya Anda mengunjungi dokter atau puskesmas terdekat. Jangan lupa untuk mencatat gejala yang Anda alami (walau tidak termasuk gejala infeksi antraks), informasi kunci seperti riwayat perjalanan ke daerah endemis antraks, hobi atau pekerjaan yang berisiko, daftar obat yang Anda konsumsi, dan sebagainya.

Dokter pertama-tama akan menyisihkan kondisi-kondisi yang lebih umum yang bisa jadi menyebabkan tanda dan gejala Anda, seperti flu atau pneumonia. Jika diperlukan atau pemeriksaan mengarah pada antraks, maka Anda bisa jadi akan dirujuk pada pemeriksaan lebih lanjut, semisal:

  • Biopsi pada luka yang dicurigai infeksi antraks, dan diperiksa di laboratorium.
  • Tes darah, di mana sedikit sampel darah Anda diambil untuk dilacak kemungkinan antraks.
  • Tes citra foto polos dan/atau CT-scan untuk membantu mendiagnosis antraks inhalasi.
  • Tes tinja untuk melacak ke arah antraks gastrointestinal.
  • Tes cairan spina (pungsi lumbar), sedikit cairan spina Anda akan diambil untuk melacak kemungkinan munculnya meningitis.

Pengobatan

Pencegahan antraks pasca paparan yang dipastikan termasuk paket antibiotik oral, seperti ciprofloxacin atau doxycycline, hingga 60 hari.

Terapi untuk infeksi antraks sering kali memerlukan kombinasi antibiotik tergantung pada area tubuh yang terlibat infeksi, usia Anda, hingga kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh. Terapi lebih efektif jika dimulai seawal mungkin.

Meski sejumlah kasus antraks memberi respons terhadap terapi antibiotik, antraks inhalasi yang parah mungkin tidak. Semakin lanjut stadium penyakit, maka bakteri mungkin menghasilkan lebih banyak racun daripada yang bisa diatasi oleh obat. Di Amerika telah dikembangkan terapi antitoksin, yang merupakan obat yang membantu menghilangkan racun daripada membunuh bakteri.

Pencegahan

Bagi mereka yang positif atau diduga kuat terpapar spora antraks, maka penggunaan antibiotik seperti ciprofloxacin, doxycycline, dan levofloxacin direkomendasikan oleh FDA pada korban dewasa dan anak.

Vaksin Antraks

Vaksin antraks untuk manusia tersedia. Vaksin tidak mengandung bakteri hidup dan tidak menyebabkan infeksi, namun bisa menyebabkan efek samping, mulai dari pegal pada daerah suntikan hingga reaksi alergi yang lebih serius. Vaksin tidak direkomendasikan bagi anak dan dewasa tua.

Vaksin juga tidak ditujukan bagi masyarakat pada umumnya. Namun, disiapkan bagi personil militer, para ilmuwan yang bekerja dengan antraks dan orang-orang yang pekerjaannya berisiko tinggi.

Menghindari hewan yang terinfeksi

Jika Anda tinggal atau bepergian ke sebuah negara/daerah di mana antraks cukup umum dan kawanan hewan tidak divaksin secara rutin, hindari kontak dengan hewan ternak dan kulit hewan sebisa mungkin. Juga hindari makan daging yang tidak dimasak dengan matang.

Bahkan di negara maju, sangat penting untuk menangani tiap hewan mati dengan hati-hati dan saksama, juga ketika bekerja dengan produk kulit, bulu atau wol dari hewan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s