Mempertimbangkan Vaksinasi Rotavirus bagi Anak

Infeksi rotavirus adalah penyakit infeksi paling umum pada bayi dan anak-anak. Mereka yang terkena infeksi rotavirus akan mengalami gejala diare cair akut, seperti misalnya diare cair yang berat, sering disertai oleh muntah, demam dan nyeri perut. Muntah dan diare cair ini bisa berlangsung selama 3 hingga 8 hari (Center for Disease Control and Prevention (CDC), 2014).

Walaupun infeksi rotavirus termasuk penyakit yang swasembuh, namun beberapa kasus bisa menjadi kasus-kasus yang mengalami komplikasi buruk, mulai dari dehidrasi berat hingga kematian. Di Indonesia sendiri kejadian infeksi rotavirus bukanlah hal yang langka, hanya saja kita tidak memiliki dokumentasi yang baik untuk kasus ini (Soenarto et al., 2009). Penulis sendiri ragu, seberapa banyak kode diagnosis A08.0 – Enteritis Rotaviral ada di fasilitas kesehatan, dibandingkan dengan kode A08.4 – infeksi usus oleh virus yang tidak ditentukan.

Pada daerah-daerah dengan kesadaran kesehatan yang baik, dan pola hidup sehat dan bersih terjaga secara berkelanjutan, bisa jadi insidensi diare cair akut akibat rotavirus sangat jarang menimbulkan morbiditas yang menghawatirkan. Namun tidak demikian halnya pada wilayah-wilayah yang sanitasinya belum baik.

Pola hidup bersih dan sehat baik dalam mencegah penyakit infeksi secara umum. Pencegahan yang spesifik seperti vaksinasi yang kemudian juga layak dipertimbangkan. Oleh karena rotavirus tampaknya masih merupakan penyebab utama diare berat pada anak-anak di bawah usia lima tahun (Nirwati, Wibawa, Aman, Wahab, & Soenarto, 2016).

Vaksinasi bermakna melakukan pencegahan melalui sistem kekebalan tubuh anak. Sedemikian hingga ketika terjadi infeksi rotavirus, anak-anak sudah memiliki kekebalan spesifik untuk melawan virus tersebut. Ini akan bermanfaat bagi anak-anak yang tinggal di wilayah endemis rotavirus, atau bagi anak yang sering berpindah-pindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya oleh sebab apa pun – seperti pekerjaan orang tua.

Dalam pengalaman penulis, pemberian vaksinasi rotavirus nyaris tidak pernah ditemukan, mungkin saja ada, namun riwayat itu tidak tergali. Banyak hal yang membuat vaksinasi rotavirus tidak populer selain memang merupakan suatu konsep yang baru berupa kuncup di Indonesia, seperti misalnya prioritas kebijakan kesehatan yang belum ke arah tersebut, kurang dihargainya vaksinasi ini, hingga memang kemampuan keuangan yang pada akhirnya juga memberikan andil (A.A., N., K., & M.J., 2014). Selain itu, tampaknya memang belum semua tenaga kesehatan memahami ketersediaan vaksin rotavirus dalam mencegah diare berat pada anak, setidaknya salah satu penelitian di Yogyakarta menyatakan demikian (Seale et al., 2015). Padahal harapannya, dengan pencegahan yang diperkuat oleh vaksinasi, selain memberikan perlindungan terhadap dampak buruk diare berat, beban biaya kesehatan untuk penanganan kasus diare berat pada anak juga dapat dihemat (Wilopo et al., 2009). Pada akhirnya akan bermanfaat bagi semua pihak.

Salah satu penelitian terbaru di wilayah sub-Sahara, vaksin rotavirus yang tahan panas dengan harga yang terjangkau diujicobakan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemerian tiga dosis vaksin pentavalen rotavirus bovin via oral (BRV-PV) pada usia 6, 10, dan 14 minggu mampu menunjukkan kemanjuran (efficacy) 66,7% dalam melawan gastroenteritis berat pada anak-anak (Isanaka et al., 2017).

Pemberian vaksinasi rotavirus tidak serta merta mencegah 100% tidak munculnya kasus berat pada anak-anak, namun dapat memberikan kesempatan untuk menurunkan angka kesakitan yang parah.

Sedemikian hingga, selain penerapan bola hidup bersih dan sehat, vaksinasi rotavirus juga dapat membantu anak-anak menurunkan risiko menderita diare berat yang disebabkan oleh rotavirus. Tenaga kesehatan selayaknya dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai tersedianya pilihan vaksinasi. Pemangku kebijakan kesehatan selayaknya dapat mempertimbangkan pentingnya merumuskan kebijakan membantu akses masyarakat pada vaksin rotavirs.

Daftar Bacaan Lanjutan

A.A., S., N., Z., K., L., & M.J., P. (2014). Accelerating the introduction of rotavirus immunization in Indonesia. Expert Review of Vaccines, 13(4), 463–472. https://doi.org/10.1586/14760584.2014.891940

Center for Disease Control and Prevention (CDC). (2014). Rotavirus Rotavirus. Pink Book, 263–274. https://doi.org/10.1016/j.cll.2015.02.012

Isanaka, S., Guindo, O., Langendorf, C., Matar Seck, A., Plikaytis, B. D., Sayinzoga-Makombe, N., … Grais, R. F. (2017). Efficacy of a Low-Cost, Heat-Stable Oral Rotavirus Vaccine in Niger. New England Journal of Medicine, 376(12), 1121–1130. https://doi.org/10.1056/NEJMoa1609462

Nirwati, H., Wibawa, T., Aman, A. T., Wahab, A., & Soenarto, Y. (2016). Detection of group A rotavirus strains circulating among children with acute diarrhea in Indonesia. SpringerPlus, 5, 97. https://doi.org/10.1186/s40064-016-1724-5

Seale, H., Sitaresmi, M. N., Atthobari, J., Heywood, A. E., Kaur, R., & Macintyre, R. C. (2015). Knowledge and attitudes towards rotavirus diarrhea and the vaccine amongst healthcare providers in Yogyakarta Indonesia. BMC Health Services Research, 15(528), 1–6. https://doi.org/10.1186/s12913-015-1187-3

Soenarto, Y., Aman, A. T., Bakri, A., Waluya, H., Firmansyah, A., Kadim, M., … Widdowson, M.-A. (2009). Burden of severe rotavirus diarrhea in indonesia. The Journal of Infectious Diseases, 200 Suppl, S188–S194. https://doi.org/10.1086/605338

Wilopo, S. A., Kilgore, P., Kosen, S., Soenarto, Y., Aminah, S., Cahyono, A., … Tholib, A. (2009). Economic evaluation of a routine rotavirus vaccination programme in Indonesia. Vaccine, 27(SUPPL. 5). https://doi.org/10.1016/j.vaccine.2009.09.040

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s