Tata Laksana Omfalitis pada Neonatus

Tali pusat pada bayi yang baru lahir umumnya akan lepas setelah satu hingga tiga pekan sampai luka sembuh dengan baik. Mekanisme pemisahan ini melibatkan proses nekrosis, invasi granulosit, infarks, pengeringan, dan aktivitas kolangenasis. Pada hari kedua kehidupan, biasanya muncul sel-sel polimorfonuklear dan bakteri pada umbilikus. Sel-sel ini memainkan peran yang sama dalam pemisahan tali pusat,… Continue reading Tata Laksana Omfalitis pada Neonatus

Tata Laksana Tuberkulosis di Layanan Kesehatan Primer

Pengantar Tuberkulosis (ICPC II: A70 Tuberculosis | ICD X: A15 Respiratory tuberculosis, bacteriologiccaly and histologically confirmed) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB yaitu Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar kuman TB menyerang paru, namun dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Indonesia merupakan negara yang termasuk sebagai 5 besar dari 22 negara di dunia dengan… Continue reading Tata Laksana Tuberkulosis di Layanan Kesehatan Primer

FMEA pada Fasilitas Layanan Kesehatan

Sistem pelayanan kesehatan baik tingkat pertama (FKTP) maupun tingkat lanjutan (FKTL) senantiasa diharapkan melakukan pembenahan sistem pelayanan sedemikian hingga tersedia layanan yang aman bagi pasien dan juga staf fasilitas layanan kesehatan. Sedangkan di dalam fasilitas pelayanan kesehatan mulai dari dokter keluarga, puskesmas, hingga rumah sakit besar selalu mungkin terjadi kegagalan dalam satu atau dua proses… Continue reading FMEA pada Fasilitas Layanan Kesehatan